Wagub Idah Syahidah Tinjau PLTMH Gorontalo, Perkuat Ketahanan Energi Daerah
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah meninjau langsung pembangunan PLTMH Gorontalo di Poduwoma, Bone Bolango, yang diharapkan mampu memperkuat suplai energi listrik dan mengurangi ketergantungan daerah.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau langsung lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, pada Minggu. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat suplai energi listrik di Provinsi Gorontalo.
Kehadiran Wagub Idah Syahidah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Tri Handoko, serta disambut Direktur PT Bone Bolango Energi Suhariyaman Pateda bersama jajaran manajemen. Peninjauan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap proyek strategis nasional.
PLTMH Poduwoma memiliki kapasitas terpasang 2x4,95 megawatt dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari Sulawesi Utara. Proyek PLTMH Gorontalo ini menjadi kunci ketahanan energi daerah.
Kunjungan Wagub dan Komitmen Terhadap Proyek Strategis
Wagub Idah Syahidah menegaskan bahwa kunjungannya bukanlah agenda resmi atau inspeksi mendadak, melainkan didorong oleh kepedulian pribadi terhadap potensi Bone Bolango. "Saya datang tanpa surat dan bukan sidak. Ini murni karena kepedulian saya terhadap Bone Bolango yang memiliki potensi luar biasa,” kata Idah.
Beliau menekankan pentingnya proyek PLTMH Gorontalo ini bagi kemajuan daerah. Kepedulian ini mencerminkan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pembangunan infrastruktur energi.
Idah Syahidah juga mendorong percepatan pembangunan proyek strategis nasional tersebut. Hasil kunjungan ini akan dilaporkan kepada Gubernur Gorontalo, termasuk rencana peresmian PLTMH ke depan.
Manfaat PLTMH dan Tantangan Pemahaman Masyarakat
PLTMH Poduwoma berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pasokan listrik Gorontalo dari Sulawesi Utara. Proyek ini juga memperkuat ketahanan energi daerah secara signifikan.
"PLTMH ini harus dituntaskan dan berhasil. Gorontalo selama ini masih bergantung pada pasokan listrik dari Sulawesi Utara. Dengan hadirnya PLTMH, ketergantungan itu bisa dikurangi dan ketahanan energi daerah akan semakin kuat,” tegas Idah. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penyelesaian PLTMH Gorontalo.
Meskipun ada aksi penolakan, Wagub Idah menghormati dinamika demokrasi. Namun, beliau juga menyoroti perlunya pemahaman utuh kepada masyarakat tentang manfaat besar proyek PLTMH Gorontalo bagi warga dan daerah.
Pemerintah daerah berkewajiban mengawal proyek strategis nasional sekaligus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Edukasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan penerimaan proyek ini.
Spesifikasi Teknis dan Dampak PLTMH
PLTMH Poduwoma memanfaatkan aliran Sungai Bone sebagai sumber energi utamanya. Pembangkit ini dirancang untuk menghasilkan listrik secara efisien dan berkelanjutan.
Dengan kapasitas terpasang 2x4,95 megawatt, total kapasitas PLTMH Gorontalo ini mencapai 9,9 megawatt. Estimasi produksi energi tahunan mencapai 52,68 juta kWh per tahun.
Pembangkit ini menggunakan dua unit turbin Kaplan sumbu vertikal, teknologi yang dikenal efektif untuk pembangkit listrik tenaga air skala mikro. Penggunaan teknologi ini menunjukkan komitmen terhadap efisiensi energi.
Pembangunan PLTMH juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan karena memanfaatkan sumber energi terbarukan. Kehadiran PLTMH Gorontalo ini diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews