Dodol dan Nasi Bulu Jawa Tondano Ramaikan Lebaran Ketupat di Gorontalo, Jaga Tradisi Kuliner

Lebaran Ketupat di Gorontalo semakin semarak dengan kehadiran Dodol dan Nasi Bulu Jawa Tondano, kuliner legendaris yang terus dipertahankan oleh pelaku usaha lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dodol dan Nasi Bulu Jawa Tondano Ramaikan Lebaran Ketupat di Gorontalo, Jaga Tradisi Kuliner
Lebaran Ketupat di Gorontalo semakin semarak dengan kehadiran Dodol dan Nasi Bulu Jawa Tondano, kuliner legendaris yang terus dipertahankan oleh pelaku usaha lokal. (AntaraNews)

Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, selalu identik dengan sajian istimewa yang menjadi buruan masyarakat. Dua di antaranya adalah dodol dan nasi bulu (bambu) khas suku Jawa Tondano yang tak pernah absen memeriahkan momen tujuh hari setelah Idul Fitri ini. Kuliner tradisional ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan bagian tak terpisahkan dari tradisi yang telah mengakar kuat di tengah komunitas.

Salah satu pelaku usaha yang gigih melestarikan tradisi ini adalah Hartati, warga Dusun Talikuran, Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Ia telah memulai produksi dodol dan nasi bulu sejak pertengahan bulan Ramadan. Persiapan ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan pelanggan yang ingin menikmati cita rasa otentik kuliner Jawa Tondano saat Lebaran Ketupat.

Hartati mengungkapkan bahwa pesanan untuk dodol dan nasi bulu mencapai ribuan porsi setiap tahunnya. Dedikasi dan kerja kerasnya bersama keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas serta cita rasa khas yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Usaha ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal di Gorontalo.

Kelezatan Dodol dan Nasi Bulu Khas Jawa Tondano

Dodol dan nasi bulu adalah dua sajian yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Gorontalo, khususnya saat Lebaran Ketupat. Dodol khas Jawa Tondano dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasa manis legit, terbuat dari bahan-bahan alami pilihan. Sementara itu, nasi bulu, atau yang juga dikenal sebagai lemang, dimasak dalam bambu sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang unik dan otentik.

Kuliner ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna tradisi. Kehadirannya menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan Lebaran Ketupat yang jatuh pada 7 Syawal. Hartati, sebagai penerus tradisi, memastikan setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik, seolah membawa cita rasa warisan leluhur langsung ke meja makan masyarakat.

Proses pembuatan dodol dan nasi bulu ini masih dilakukan secara mandiri oleh anggota keluarga Hartati. Keputusan untuk tidak melibatkan tenaga kerja tambahan bertujuan untuk menjaga standar kualitas dan cita rasa khas yang telah menjadi ciri khas usaha mereka. Metode tradisional ini memastikan setiap gigitan dodol dan nasi bulu membawa kenangan akan kehangatan keluarga dan tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Permintaan Tinggi dan Strategi Pelaku Usaha Lokal

Antusiasme masyarakat terhadap dodol dan nasi bulu Jawa Tondano sangat tinggi, terlihat dari jumlah pesanan yang diterima Hartati. Untuk dodol, ia menerima pesanan sebanyak 3.500 bungkus ukuran kecil dan 1.500 bungkus ukuran besar. Sementara itu, nasi bulu mencapai 500 “ujung” atau bambu khusus lemang, menunjukkan popularitasnya yang tak diragukan lagi.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, dengan dodol kecil seharga Rp3.000 per bungkus dan dodol besar Rp5.000. Untuk nasi bulu, dijual seharga Rp35.000 per bulu atau bambu. Harga ini mencerminkan nilai dari proses pembuatan yang teliti dan bahan berkualitas yang digunakan, sekaligus menjaga agar kuliner tradisional ini tetap dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Hartati telah menjalankan usaha ini selama lebih dari satu dekade, menunjukkan konsistensi dan dedikasinya dalam melestarikan kuliner Jawa Tondano. Ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di seluruh Indonesia. Harapan ini sejalan dengan komitmennya untuk selalu mempertahankan kepuasan pelanggan, yang menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnisnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi