Berjalan di 2026, PT PP Laporkan Kesiapan Merger BUMN Karya
Novel mengutarakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan kajian secara bisnis, secara legal, secara pasar, hingga menerka risiko pasca melakukan merger.
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melaporkan kesiapan proses merger BUMN Karya yang dijadwalkan bakal dilakukan pada 2026 mendatang. Rencananya, perseroan bakal berkonsolidasi dengan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Namun secara jadwal pasti, Direktur Utama PTPP November Arsyad belum bisa mengonfirmasi kapan merger BUMN Karya itu pastinya akan terwujud,
"Kalau kuartalnya saya belum bisa sampaikan. Tapi rasanya sih targetnya tetap di 2026, karena banyak hal-hal yang harus diselesaikan di situ," ujar Novel di sela konferensi pers RUPSLB PT PP (Persero) Tbk di kantornya, Jakarta, Kamis (18/12).
Novel mengutarakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan kajian secara bisnis, secara legal, secara pasar, hingga menerka risiko pasca melakukan merger.
"Karena harus komprehensif semuanya. Ini kan pasti sudah dilakukan kajian oleh Danantara, harus dengan konsultan-konsultan yang terkait. Sehingga pada waktu nanti menjadi satu merger yang dibutuhkan, memang benar-benar sudah siap," ungkapnya.
"Karena apalagi kita kan perusahaan publik. Perusahaan publik tidak semudah itu juga. Kita harus ada report OJK segala macam. Sehingga jangan sampai nanti sudah selesai, tapi tidak sempurna. Jadi barangkali waktunya sedikit agak bergeser, tapi semuanya tuntas," tuturnya.
Saat ditanya seberapa jauh kesiapan PTPP saat ini untuk melakukan merger, Novel mengatakan pihaknya sudah menempuh separuh jalan. "Mungkin 40-50 persen," sebutnya.
Target Awal Rampung Desember 2025
Sebelumnya, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengungkapkan proses penggabungan atau merger BUMN karya terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Desember 2025. Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf menyampaikan hal tersebut dalam ANTARA Business Forum (ABF) 2025.
"Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN karya, mudah-mudahan Desember ini selesai," ujar Aminuddin pada November 2025 lalu.
Ia menjelaskan, BP BUMN akan bekerja bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Danantara (BPI Danantara) untuk memastikan proses merger berlangsung hati-hati, terukur, dan sesuai dengan strategi transformasi BUMN. Kolaborasi ini dinilai penting mengingat restrukturisasi BUMN karya memerlukan penataan menyeluruh.
Wacana Delisting Saham
Terkait penghapusan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Aminuddin menyebut pihaknya tengah menyiapkan pemetaan klaster BUMN karya.
"Nanti tunggu saja, nanti kita buat kluster beberapa BUMN untuk yang BUMN karya," katanya.
Penggabungan dan klasterisasi ini disebut menjadi bagian penting dari transformasi besar-besaran yang sedang digulirkan pemerintah untuk memperkuat industri konstruksi nasional dan menyehatkan keuangan BUMN karya.