PT PP (Persero) Tbk Tinggalkan Investasi Non-Core, Fokus Penuh ke Bisnis Konstruksi

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad mengatakan langkah itu diambil sebagai bagian dari penyehatan perusahaan.

Magang
Oleh Magang - Reporter
PT PP (Persero) Tbk Tinggalkan Investasi Non-Core, Fokus Penuh ke Bisnis Konstruksi
pt pp persero (Ahmad Subayu)

PT PP (Persero) Tbk menegaskan perubahan arah strategi bisnis dengan meninggalkan investasi di luar inti usaha dan memfokuskan seluruh sumber daya pada bisnis konstruksi.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyehatan perusahaan sekaligus penyesuaian terhadap kebijakan Kementerian BUMN dan Undang-Undang BUMN terbaru.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2025, (18/12), di Auditorium Wisma Subiyanto, Plaza PP, Jakarta Timur.

“Kami sudah kembali ke core business. Core bisnis kami adalah konstruksi. Ke depan, kami fokus di area building, infrastruktur, maupun EPC,” ujar Novel Arsyad.

Novel Arsyad menegaskan, PT PP (Persero) Tbk tidak lagi masuk ke investasi yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi utama perusahaan.

Menurutnya, ekspansi ke sektor non-core selama ini berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap kinerja dan keberlanjutan perusahaan.

“Kalau kita masuk ke area yang secara kompetensi kurang kita kuasai, itu punya konsekuensi dan risiko cukup besar. Dampaknya bisa langsung ke performance perusahaan,” tegas Novel Arsyad.

Ia menyebutkan, keputusan untuk fokus ke konstruksi merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap portofolio bisnis perseroan, sekaligus bentuk kepatuhan terhadap arahan pemegang saham dan regulator.

“Dari awal memang perusahaan ini fokus pada pekerjaan konstruksi. Sekarang kita kembalikan lagi ke situ. Tidak masuk ke area investasi yang tidak related,” katanya.

Lebih lanjut, Novel Arsyad menjelaskan bahwa arah strategi tersebut juga selaras dengan kebijakan konsolidasi BUMN Karya yang tengah disiapkan pemerintah.

Seluruh BUMN konstruksi diminta memperkuat kompetensi inti masing-masing sebagai fondasi merger ke depan.

“Ini juga selaras dengan arahan pemegang saham dan Danantara. Hampir semua perusahaan konstruksi BUMN akan fokus ke core business-nya masing-masing,” ujar Novel Arsyad.

Seiring dengan fokus tersebut, PT PP (Persero) Tbk akan mengoptimalkan kapabilitasnya di sektor konstruksi gedung, infrastruktur, dan proyek EPC dengan pengelolaan risiko yang lebih ketat serta selektivitas proyek.

“Kita evaluasi setiap pekerjaan secara detail. Mana yang sesuai kompetensi, mana yang risikonya bisa kita kelola dengan baik. Itu yang akan kita ambil,” tambahnya.

Di sisi lain, I Gede Upeksa Negara, Direktur Strategi Korporasi dan HCM PT PP menyampaikan bahwa penguatan core business juga didukung oleh penerapan teknologi dan inovasi konstruksi.

“Di konstruksi, kami punya keunggulan di penerapan teknologi seperti BIM, digital construction, dan digital survey. Ini yang menjadi nilai tambah kami di pasar,” kata I Gede Upeksa Negara.

Ia menambahkan, PT PP (Persero) Tbk juga menjadikan kemampuan di bidang green building sebagai salah satu instrumen utama untuk memenangkan proyek, terutama di tengah meningkatnya tuntutan penerapan ESG.

“Green building ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menjadi alat marketing. Banyak proyek yang kami dapatkan karena kompetensi kami di green building,” ujar I Gede Upeksa Negara.

Menurut manajemen, fokus penuh pada konstruksi diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan dan memperkuat prospek bisnis perseroan pada 2026, terutama di tengah proses merger BUMN Karya yang masih berjalan.

“Dengan fokus ke core business, kami ingin memastikan perusahaan punya fondasi yang sehat sebelum masuk ke tahapan konsolidasi lebih lanjut,” ujar Novel Arsyad.

Reporter Magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi