Beda Harga antara Barang Impor Resmi dan Ilegal
Ciri utama dari barang buatan China tersebut umumnya harga yang dibanderol lebih murah dari barang sejenis yang beredar di pasaran.
Kini tak sulit bagi Anda menemukan produk "Made in China" di pasar hingga pusat perbelanjaan di Indonesia. Dari barang elektronik, pakaian, hingga perabot rumah tangga hampir semuanya berasal dari Negeri Tirai Bambu.
Ciri utama dari barang buatan China tersebut umumnya harga yang dibanderol lebih murah dari barang sejenis yang beredar di pasaran. Bahkan, mampu mengalahkan produk buatan lokal.
Dilansir dari berbagai salah satu e-commerce lintas batas asal China, DHgate, Jumat (23/5) setidaknya ada delapan faktor utama yang membuat produk China sangat kompetitif dari segi harga:
1. Upah tenaga kerja murah
Rata-rata gaji pekerja di China hanya sekitar USD 200 per bulan atau sekitar Rp3,1 juta. Upah ini jauh di bawah gaji pekerja di negara maju seperti AS yang mencapai USD 5.000 per bulan. Hal ini membuat biaya produksi jauh lebih murah.
2. Dukungan insentif dari pemerintah
Pemerintah China memberikan tak segan memberikan dukungan insentif untuk memajukan industri dalam negerinya. Kebijakan insentif yang diberikan mulai dari tanah dan bangunan gratis, subsidi listrik dan air, hingga keringanan pajak bagi eksportir. Tak heran jika produk impor asal China bisa dijual murah.
3. Produksi super efisien
Pemerintah terus mendorong modernisasi pabrik-pabrik di China untuk menggunakan teknologi canggih. Hal ini bertujuan agar kemampuan produksi bisa dibuat dalam skala besar dengan cepat, sehingga menekan biaya produksi.
4. Bahan baku dari supplier murah
Sebagian besar bahan baku dipasok dari dalam negeri. Dalam kasus tertentu, pelaku industri di China juga kerap mengimpor bahan baku dari negara berkembang yang harganya lebih murah untuk menghemat ongkos pengadaan dan logistik.
5. Infrastruktur logistik maju
Dengan infrastruktur logistik yang canggih dan armada transportasi besar, biaya pengiriman dari China lebih rendah dan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Hal ini membuat biaya pengiriman produk impor asal China lebih murah dengan kualitas barang yang sama.
6. Produksi massal tanpa iklan
Banyak produk China dijual grosir dan diproduksi dalam skala besar, sehingga bisa ditekan lagi biayanya. Produsen juga jarang mengandalkan iklan, karena pasar sudah terbentuk secara alami.
7. Kurs mata uang yang menguntungkan
Nilai tukar mata uang China (Yuan) yang lebih rendah membuat harga produk mereka lebih murah saat diekspor ke negara lain. Hal ini berbeda dengan produk AS yang cenderung lebih mahal karena kuatnya nilai mata uang dolar USD.
8. Minim biaya pemasaran
Produsen China tidak perlu banyak beriklan karena produk mereka sudah dikenal luas, baik dari segi harga, variasi, hingga kuantitas.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, tak heran produk asal China begitu mendominasi pasar global.