Pertanyaan Kenapa Barang China Bisa Dijual Murah Akhirnya Terjawab, Begini Penjelasannya

Selain itu, mayoritas barang dengan label 'Made in China' umumnya dijual sangat murah jauh dari harga pasaran.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Pertanyaan Kenapa Barang China Bisa Dijual Murah Akhirnya Terjawab, Begini Penjelasannya
Pertanyaan Kenapa Barang China Bisa Dijual Murah Akhirnya Terjawab, Begini Penjelasannya (Merdeka.com)

Ekonomi China berkembang pesat sebagai pusat manufaktur dunia meninggalkan Amerika Serikat (AS). Tak heran  produk-produk asal negara China mudah untuk ditemui di berbagai negara. S

Selain itu, mayoritas barang dengan label 'Made in China' umumnya dijual sangat murah jauh dari harga pasaran. Karena itu, wajar saja jika konsumen Barat bertanya-tanya, "mengapa harga barang asal China bisa dijual murah?"


Ternyata begini penjelasannya:

1. Biaya Tenaga Kerja yang Rendah

Dengan populasi sekitar 1,35 miliar orang, China memiliki pasokan tenaga kerja yang melimpah. Melansir laman Investopedia, Selasa (15/4), kebanyakan pekerja bersedia bekerja dengan upah rendah, yang menurunkan biaya produksi. 

Meskipun upah minimum telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, biaya tenaga kerja tetap lebih rendah dibandingkan dengan negara maju.

Kota-kota seperti Shenzhen telah berkembang menjadi pusat industri elektronik dengan jaringan pemasok, produsen komponen, dan tenaga kerja teknis yang saling mendukung. Perusahaan-perusahaan besar, seperti Apple, memanfaatkan efisiensi rantai pasokan ini untuk menjaga biaya rendah dan margin tinggi.

3. Regulasi yang Lebih Longgar

Pabrik-pabrik di China sering kali tidak mematuhi standar ketenagakerjaan dan lingkungan yang ketat seperti di negara Barat. Kondisi kerja yang lebih fleksibel ini memungkinkan pengurangan biaya produksi, meskipun menimbulkan kritik terkait hak asasi manusia dan dampak lingkungan.

Sejak 1985, Pemerintah China menerapkan kebijakan pengembalian pajak ekspor untuk meningkatkan daya saing ekspor. Produk ekspor dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0 persen, dan produk konsumen dari Tiongkok dibebaskan dari pajak impor di banyak negara, termasuk AS.

5. Kebijakan Mata Uang yang Kompetitif

China dikritik karena menekan nilai yuan untuk membuat ekspor lebih murah. Meskipun nilai yuan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan mata uang ini tetap memberikan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional .

Dengan sejumlah faktor tersebut, China diprediksi menjadi pusat manufaktur global dalam waktu yang lama.

Rekomendasi