BBWS Pemali Juana Pastikan Normalisasi Sungai Juwana Kudus-Pati Dimulai Bertahap
Normalisasi Sungai Juwana di Kudus dan Pati akan segera dimulai BBWS Pemali Juana pada 2026, mengatasi kendala lahan dan anggaran besar demi penanganan banjir.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memastikan proyek normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah, akan segera dimulai. Pelaksanaan proyek ini direncanakan berlangsung secara bertahap mulai tahun 2026 dengan skema anggaran tahun jamak. Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menyampaikan hal ini saat kunjungan kerja di Kudus pada Jumat.
Proyek vital ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, namun menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah besarnya kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp600 miliar. Selain itu, masih adanya persoalan pembebasan lahan di sepanjang alur sungai menjadi perhatian serius.
Sudarto mengakui bahwa proses pembebasan lahan menjadi kompleks karena sebagian area sempadan sungai masih dimanfaatkan oleh masyarakat. Koordinasi lintas daerah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menyelesaikan isu ini. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar tahapan konstruksi Normalisasi Sungai Juwana yang sangat dinantikan.
Tantangan Pembebasan Lahan dan Koordinasi Lintas Daerah
Dalam upaya mewujudkan Normalisasi Sungai Juwana, BBWS Pemali Juana menghadapi tantangan signifikan terkait pembebasan lahan. Banyak area di sempadan sungai yang akan dinormalisasi masih digunakan oleh masyarakat. Hal ini memerlukan pendekatan yang cermat serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi erat dengan pemerintah kabupaten dan para pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan lahan ini. Proses pembebasan lahan direncanakan mulai dilakukan pada tahun ini melalui kerja sama pendanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pendanaan untuk pembebasan lahan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setelah permasalahan lahan terselesaikan, pekerjaan konstruksi Normalisasi Sungai Juwana diharapkan dapat dilanjutkan. Proses ini direncanakan mulai tahun ini dengan skema pinjaman (loan) untuk mempercepat pelaksanaannya.
Skema Anggaran dan Lingkup Pekerjaan Normalisasi
Total kebutuhan dana untuk proyek Normalisasi Sungai Juwana diperkirakan mencapai lebih dari Rp600 miliar, sebuah angka yang cukup besar. Anggaran ini akan direalisasikan secara bertahap, disesuaikan dengan progres pembebasan lahan dan tahapan pelaksanaan konstruksi. Skema anggaran tahun jamak dipilih untuk memastikan keberlanjutan proyek.
Lingkup pekerjaan Normalisasi Sungai Juwana akan dimulai dari Pintu Bendung Wilalung. Lokasi ini dikenal juga sebagai Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL), yang berada di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak. Pekerjaan kemudian akan dilanjutkan hingga segmen Sungai Juwana (SJU 1), termasuk pengerjaan sudetan.
Selanjutnya, proyek akan diteruskan sampai ke hilir hingga muara laut yang berada di Kabupaten Pati. Total panjang alur Sungai Juwana dari BPBWL hingga muara diperkirakan mencapai 59,60 kilometer. Sudarto menambahkan bahwa setelah tahap pertama normalisasi selesai, akan dilanjutkan ke tahap berikutnya untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
Potensi Pengembangan Infrastruktur Pengendali Banjir Lainnya
Fokus utama Normalisasi Sungai Juwana adalah penanganan badan sungai untuk meningkatkan kapasitas alirannya. Namun, BBWS Pemali Juana juga membuka peluang untuk pengembangan infrastruktur pengendali banjir lainnya. Hal ini dilakukan sesuai dengan usulan yang datang dari pemerintah daerah setempat.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan embung atau kolam retensi. Infrastruktur tambahan ini dapat berfungsi sebagai penampungan air sementara saat debit sungai tinggi. Keberadaan embung atau kolam retensi diharapkan mampu mengurangi risiko banjir secara lebih efektif di wilayah Kudus dan Pati.
Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen BBWS Pemali Juana dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sistem pengendalian banjir yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim di masa mendatang. Koordinasi yang baik antarinstansi akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Sumber: AntaraNews