Banjarmasin Siapkan 500 Kegiatan Ekonomi Rakyat untuk Peringatan Hari Jadi ke-500
Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan 500 kegiatan strategis yang bertepatan dengan hari jadi ke-500, diharapkan menjadi penggerak utama Banjarmasin 500 kegiatan ekonomi rakyat dan sektor pariwisata.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah menyiapkan sebanyak 500 kegiatan strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk menjadi penggerak utama ekonomi rakyat, khususnya di sektor pariwisata. Ratusan kegiatan ini diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 pada 24 September 2026.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menggaungkan 500 kegiatan ini secara nasional, Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026. Peluncuran ini dilaksanakan di kawasan Sanur, Denpasar, Provinsi Bali, pada tanggal 7 Februari 2026. Promosi besar-besaran ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, menegaskan bahwa 500 agenda kegiatan ini bukan sekadar promosi semata. Ini adalah upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat identitas Kota Banjarmasin di usianya yang ke-500 tahun.
Strategi Promosi Nasional dan Dampak Ekonomi
Peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026 di Bali merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas. Pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran didasari oleh posisinya sebagai wajah pariwisata Indonesia di kancah internasional. Langkah ini diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara ke Banjarmasin.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen bersama dalam penguatan pariwisata daerah. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan sektor pariwisata yang berpihak pada ekonomi masyarakat lokal. Sinergi ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi Banjarmasin sebagai destinasi wisata unggulan.
Wali Kota Yamin menekankan bahwa kekayaan budaya, wisata sungai, dan tradisi lokal menjadi fondasi utama dalam membangun daya tarik kota. “Ini bukan hanya promosi. Sebanyak 500 agenda kegiatan yang kami susun adalah upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja dan memperkuat jati diri Kota Banjarmasin di usia ke-500,” ujar Yamin. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus pada dampak ekonomi langsung bagi warga.
Ragam Kegiatan dan Manfaat untuk Masyarakat Lokal
Calendar of Event (CoE) 2026 Banjarmasin mencakup berbagai jenis kegiatan yang beragam dan menarik. Ini termasuk festival wisata sungai yang memanfaatkan kekayaan alam Banjarmasin, pasar terapung yang menjadi ikon kota, serta berbagai kegiatan seni-budaya yang menampilkan tradisi lokal. Selain itu, promosi kuliner khas Banjar juga menjadi bagian penting dari agenda ini.
Beberapa kuliner khas Banjar yang akan dipromosikan antara lain soto Banjar, mie bancir, nasi kuning, dan aneka olahan ikan lokal. Promosi ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner, tetapi juga mendukung para pelaku usaha kuliner di Banjarmasin. Keberagaman acara ini dirancang untuk menarik minat berbagai segmen wisatawan.
Seluruh agenda kegiatan ini dirancang agar memberikan dampak langsung dan positif bagi berbagai pihak. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perajin lokal, seniman, hingga sektor perhotelan dan transportasi akan merasakan manfaatnya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Banjarmasin.
Wali Kota Yamin menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat ekonomi yang merata. “Pariwisata harus memberi manfaat ekonomi yang merata. Pemerintah hadir memastikan setiap kegiatan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan masyarakat," katanya. Ini menunjukkan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan 500 kegiatan ekonomi yang direncanakan.
Sumber: AntaraNews