Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dengan menetapkan 15 acara besar dalam Calendar of Event (CoE) Makassar 2026. Pengumuman ini dilakukan pada hari Sabtu, 20 Desember, di Makassar, Sulawesi Selatan, menandai komitmen kuat Pemkot untuk menjadikan kota ini tujuan menarik sepanjang tahun. Inisiatif ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa tujuan utama dari penetapan CoE ini adalah untuk memastikan setiap bulan di Makassar selalu ada alasan bagi pengunjung untuk datang. “Kita ingin setiap bulan di Makassar selalu ada alasan untuk didatangi. Bukan memilih bulan, tapi memilih event apa yang ingin disaksikan di Makassar,” ujar Munafri Arifuddin. Dengan demikian, kota ini tidak hanya dikenal sebagai kota transit, tetapi juga sebagai pusat kegiatan budaya dan hiburan yang dinamis.
Secara keseluruhan, Calendar of Event Makassar 2026 mencakup 15 acara skala besar, termasuk Festival Muara yang digagas sebagai top event oleh Wali Kota Munafri Arifuddin sendiri. Selain itu, terdapat 72 ajang pendukung yang akan dilaksanakan secara bergantian sepanjang tahun, memastikan adanya keragaman pilihan bagi para pengunjung. Kehadiran kalender acara ini merupakan peta jalan pariwisata Kota Makassar selama satu tahun penuh ke depan, di 2026.
Advertisement
Advertisement
Calendar of Event Makassar 2026: Peta Jalan Pariwisata Kota Daeng
Penetapan Calendar of Event Makassar 2026 menegaskan posisi Kota Makassar sebagai kota event, kota budaya, dan kota kolaborasi yang siap menyambut wisatawan dengan pengalaman autentik dan berkelas. Selain 15 acara utama, agenda budaya seperti Attayang Sunset (Menanti matahari terbenam) dan pagelaran kesenian lain juga akan hadir hampir setiap bulan sebagai kalender budaya tetap Kota Makassar. Ini menunjukkan bahwa Pemkot Makassar tidak hanya fokus pada acara-acara besar, tetapi juga melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal.
Festival Muara, sebagai salah satu top event dalam Calendar of Event Makassar 2026, diharapkan menjadi magnet utama yang menarik perhatian publik. Dengan beragam kegiatan yang direncanakan, festival ini akan menjadi salah satu sorotan penting dalam agenda pariwisata kota. Keberadaan 72 ajang pendukung juga memastikan bahwa ada banyak pilihan bagi wisatawan dengan minat yang berbeda, mulai dari seni, kuliner, hingga olahraga, yang semuanya berkontribusi pada citra Makassar sebagai kota yang hidup dan dinamis.
Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan bahwa setiap ajang wisata yang diselenggarakan harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal ini mencakup pelaku UMKM, sanggar seni, penyelenggara acara, hingga industri perhotelan dan pariwisata pendukung. “Kita ingin event ini berdampak langsung, bukan hanya dinikmati segelintir orang, tapi menggerakkan ekonomi lokal secara merata,” tegasnya. Fokus pada dampak ekonomi ini menunjukkan komitmen Pemkot untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Menggerakkan Ekonomi Lokal Melalui Pariwisata
Dampak ekonomi dari Calendar of Event Makassar 2026 menjadi prioritas utama. Dengan banyaknya acara yang akan diselenggarakan, diharapkan terjadi peningkatan transaksi ekonomi di berbagai sektor. Pelaku UMKM akan mendapatkan platform untuk menjual produk dan jasa mereka, sanggar seni lokal akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk tampil, dan industri perhotelan serta transportasi akan mengalami peningkatan okupansi dan penggunaan jasa. Ini adalah strategi yang komprehensif untuk mendistribusikan manfaat pariwisata secara luas.
Pemerintah Kota Makassar juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan pariwisata. Kebersihan fasilitas umum, keramahan warga, serta bebas dari pungutan liar menjadi aspek penting yang akan terus diawasi. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan aman bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Dengan layanan yang prima, diharapkan wisatawan akan merasa nyaman dan ingin kembali lagi, memperkuat citra Makassar sebagai destinasi yang ramah dan profesional.
Selain itu, kolaborasi luas dengan anak muda, komunitas kreatif, dan pelaku industri sangat didorong untuk memperbesar acara yang sudah ada. Munafri Arifuddin menekankan pentingnya menciptakan acara yang memiliki karakter kuat, bukan sekadar acara baru tanpa identitas. Dukungan terhadap industri kreatif, termasuk musik, film, dan seni pertunjukan, juga menjadi fokus. Wali Kota bahkan membuka ruang bagi konser artis nasional dan produksi film besar di Makassar, menunjukkan ambisi untuk menjadikan kota ini pusat hiburan regional.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Inovasi untuk Pariwisata Berkelanjutan
Untuk mewujudkan visi ini, Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh stakeholder agar event-event di Makassar benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelas Munafri Arifuddin. Keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil, sangat krusial untuk kesuksesan Calendar of Event Makassar 2026.
Inovasi dalam penyelenggaraan acara juga menjadi kunci. Dengan memanfaatkan kreativitas anak muda dan komunitas lokal, diharapkan muncul ide-ide segar yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan. Promosi pariwisata yang efektif juga akan didukung penuh oleh Pemkot, memastikan informasi mengenai Calendar of Event Makassar 2026 tersebar luas dan menjangkau target audiens yang tepat. Ini termasuk penggunaan platform digital dan kerja sama dengan media massa.
Dengan penetapan Calendar of Event Makassar 2026, Kota Makassar siap menghadapi tahun 2026 sebagai tahun pariwisata yang gemilang. Melalui perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen terhadap kualitas, Makassar bertekad untuk menjadi destinasi yang tak hanya indah, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan bagi seluruh warganya. Ini adalah langkah besar menuju masa depan pariwisata yang lebih cerah bagi Kota Daeng.
Advertisement
Sumber: AntaraNews