Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif menggalakkan program bakti sosial bertajuk "Gawi Sabumi". Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi Banjarmasin Maju Sejahtera pada tahun 2030 mendatang. Program ini menekankan pentingnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menjelaskan bahwa "Gawi Sabumi" merupakan istilah dalam budaya Banjar yang berarti kerja sama. Gerakan ini diharapkan dapat kembali membangkitkan kekompakan warga, terutama menjelang usia kota yang ke-499 tahun pada 24 September 2025. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam setiap pelaksanaannya.
Kegiatan "Gawi Sabumi" telah menunjukkan dampak nyata, seperti yang terlihat di kawasan Taman Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan. Berbagai penanganan masalah dilakukan secara langsung, menyentuh kehidupan masyarakat setempat. Ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan warga mampu menciptakan perubahan positif.
Advertisement
Advertisement
Semangat "Gawi Sabumi" untuk Banjarmasin Maju Sejahtera
Gerakan bakti sosial "Gawi Sabumi" merupakan manifestasi dari nilai-nilai luhur budaya Banjar yang mengedepankan kerja sama. Konsep ini digalakkan kembali oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sebagai fondasi untuk mencapai slogan Banjarmasin Maju Sejahtera 2030. Melalui semangat kebersamaan, diharapkan berbagai permasalahan kota dapat teratasi secara efektif.
Wali Kota H Muhammad Yamin HR secara langsung menyampaikan pentingnya menggalakkan kembali "Gawi Sabumi" di tengah masyarakat. Beliau menekankan bahwa kekompakan masyarakat harus terus dijaga, utamanya dalam kegiatan bakti sosial. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat usia kota Banjarmasin yang akan mencapai 499 tahun pada 24 September 2025.
Menurut Yamin, kegiatan bakti sosial dengan "Gawi Sabumi" sangat istimewa karena mampu menghadirkan penanganan masalah di satu kawasan secara nyata. Program ini secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat, memastikan bahwa setiap upaya memberikan dampak yang signifikan. Ini adalah pendekatan yang efektif dalam pembangunan kota.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Nyata dan Aksi Lingkungan di Taman Teluk Kelayan
Salah satu implementasi nyata dari "Gawi Sabumi" terlihat di kawasan Taman Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan. Berbagai pihak berkolaborasi dalam serangkaian kegiatan yang komprehensif. Kegiatan tersebut meliputi senam bersama, pembagian sembako, aksi bersih-bersih lingkungan, pengecatan fasilitas, perbaikan jalan, pemasangan rambu lalu lintas, penanaman pohon, hingga peningkatan keamanan kawasan.
Wali Kota Yamin menyatakan keberhasilan kegiatan ini, "Kegiatan kita ini sangat sukses bersama masyarakat, gotong royong yang mempersatukan semua golongan." Pernyataan ini menegaskan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan bersama, tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Selain itu, Yamin juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait penanganan sampah. Beliau mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya merusak keindahan kota, tetapi juga mencemari sungai. Dampak negatifnya juga meluas pada kerusakan ekosistem dan potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat.
Advertisement
Maka dari itu, Wali Kota mengajak seluruh warga untuk memulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai. Beliau juga mendorong praktik pilah sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. "Dengan begitu, kegiatan bakti sosial ini bukan hanya seremonial semata, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi kebersihan, kesehatan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Banjarmasin," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews