Arus Mudik Lebaran Situbondo Melonjak 60 Persen, Pemudik Pilih Berangkat Lebih Awal
Arus Mudik Lebaran Situbondo di Pelabuhan Jangkar melonjak 60 persen pada H-11, didorong pemudik yang menghindari Hari Raya Nyepi di Bali.
Arus mudik Lebaran di Situbondo mengalami peningkatan signifikan pada H-11 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan ini mencapai sekitar 60 persen dibandingkan hari normal untuk rute feri Situbondo-Madura. Manajer PT Dharma Dwipa Utama, Maman Surahman, mengonfirmasi lonjakan tersebut di Pelabuhan Jangkar pada Senin malam.
Lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk pulang kampung lebih awal. Dua armada feri milik PT Dharma Dwipa Utama, KMP Dharma Kartika dan KMP Wicitra Dharma I, bahkan menambah ekstra trip. Penambahan jadwal ini bertujuan untuk mengurai potensi kepadatan penumpang selama periode mudik dan balik Lebaran.
Pada malam H-11, KMP Dharma Kartika yang melayani rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, mengangkut sekitar 324 penumpang. Selain itu, feri juga membawa sejumlah kendaraan roda dua dan mobil pribadi, menunjukkan mobilitas tinggi pemudik.
Peningkatan Signifikan dan Penambahan Armada Feri
PT Dharma Dwipa Utama mencatat kenaikan arus mudik Lebaran yang drastis di Situbondo. Peningkatan sekitar 60 persen ini terjadi pada H-11 Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya untuk layanan feri Situbondo-Madura. Maman Surahman, Manajer PT Dharma Dwipa Utama, menyatakan bahwa angka tersebut jauh di atas rata-rata hari biasa.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, dua kapal feri utama, KMP Dharma Kartika dan KMP Wicitra Dharma I, telah dioperasikan dengan jadwal tambahan. Penambahan ekstra trip ini diharapkan dapat menampung seluruh pemudik. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran perjalanan serta kenyamanan para penumpang.
Sebagai contoh, KMP Dharma Kartika pada malam H-11 telah mengangkut 324 penumpang dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. Selain penumpang, kapal tersebut juga membawa kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pemudik memilih jalur laut untuk pulang ke kampung halaman mereka.
Strategi Pemudik Hindari Nyepi dan Penyesuaian Jadwal Feri
Mayoritas pemudik yang berasal dari Pulau Raas dan Pulau Sapudi adalah mereka yang bekerja di Pulau Bali. Mereka memutuskan untuk mudik lebih awal tahun ini karena Hari Raya Idul Fitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Strategi ini diambil untuk menghindari kepadatan yang mungkin terjadi di Pelabuhan Jangkar.
Maman Surahman menjelaskan bahwa pemudik ingin menghindari antrean panjang di pelabuhan akibat penyesuaian jadwal feri. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) dan Lombok. Penghentian ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi umat Hindu.
Penyesuaian operasional ini merupakan bagian dari pengaturan transportasi nasional untuk menjaga ketertiban. Layanan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akan dihentikan sementara mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, aktivitas penyeberangan akan berhenti mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.
Sumber: AntaraNews