Bupati Situbondo Dorong Operasional Pelabuhan Panarukan Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berupaya agar Operasional Pelabuhan Panarukan dapat segera terealisasi untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026, mengurangi kepadatan di Pelabuhan Jangkar.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan komitmennya untuk segera mengirimkan surat kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Surat tersebut bertujuan untuk memperoleh izin operasional kapal perintis di Pelabuhan Panarukan. Langkah strategis ini diambil guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Inisiatif ini diharapkan mampu mengurai konsentrasi pemudik yang selama ini terpusat di Pelabuhan Jangkar. Diperkirakan, arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan melibatkan sekitar 30 ribu orang. Mereka akan menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar menuju berbagai kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Bupati Rio usai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran 2026. Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Situbondo pada hari Kamis, menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi musim mudik.
Urgensi Operasional Pelabuhan Panarukan untuk Arus Mudik 2026
Bupati Rio secara rinci memaparkan proyeksi jumlah pemudik yang akan melintasi Pelabuhan Jangkar. Diperkirakan sekitar 15 ribu orang akan mudik ke kepulauan Kabupaten Sumenep, dengan jumlah serupa juga diprediksi untuk arus balik. Mayoritas pemudik ini berasal dari Pulau Raas dan Pulau Sapudi, menunjukkan pola pergerakan yang spesifik.
Dengan potensi lonjakan signifikan pada angka tersebut, operasional Pelabuhan Panarukan menjadi sangat krusial. Pembukaan pelabuhan ini akan berfungsi sebagai jalur alternatif yang vital. Tujuannya adalah membantu distribusi penumpang dan kendaraan, sekaligus mencegah penumpukan yang berlebihan di Pelabuhan Jangkar.
Permintaan untuk mengaktifkan kembali Pelabuhan Panarukan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah. Mereka berupaya keras memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran perjalanan para pemudik. Persiapan dini semacam ini sangat esensial untuk mengelola dinamika musim mudik yang selalu padat.
Pemanfaatan Pelabuhan Panarukan diharapkan dapat mengurangi beban Pelabuhan Jangkar. Ini juga akan memberikan pilihan rute yang lebih fleksibel bagi masyarakat. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan provinsi menjadi kunci keberhasilan rencana ini.
Inovasi Layanan Tiket Elektronik dan Informasi Cuaca di Pelabuhan Jangkar
Selain fokus pada operasional Pelabuhan Panarukan, Bupati Rio juga menekankan pentingnya peningkatan layanan di Pelabuhan Jangkar. Ia secara khusus meminta PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang yang membawahi Pelabuhan Jangkar untuk menyegarkan sistem tiket elektronik (e-ticketing). Tujuannya agar pemudik dapat membeli tiket dengan lebih mudah dan fleksibel, kapan saja mereka inginkan.
Menanggapi permintaan tersebut, Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang yang membawahi Pelabuhan Jangkar, Slamet Santoso, memberikan penjelasan. Saat ini, pembelian tiket elektronik dilayani sehari sebelum jadwal keberangkatan kapal. Namun, pihaknya berkomitmen untuk melakukan inovasi lebih lanjut.
Santoso menambahkan bahwa PT ASDP akan menjajaki kemungkinan pembelian tiket elektronik sebulan sebelum keberangkatan. Rencana ini memerlukan koordinasi internal dengan ASDP Cabang Ketapang, mengingat Pelabuhan Jangkar berada di bawah naungan operasional cabang tersebut. Ini menunjukkan upaya adaptasi terhadap kebutuhan pemudik.
Lebih lanjut, Bupati Rio juga menggarisbawahi pentingnya penyampaian informasi terkini mengenai faktor cuaca. Jika terjadi perubahan jadwal (reschedule) akibat kondisi cuaca buruk, informasi tersebut diharapkan dapat disampaikan langsung dan transparan kepada pemudik. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memberikan fleksibilitas serta kepastian informasi bagi seluruh pemudik.
Sumber: AntaraNews