Kemenhub Pastikan Pelabuhan Panarukan Situbondo Siap Beroperasi Penuh
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub memastikan Pelabuhan Panarukan Situbondo siap beroperasi penuh setelah uji sandar kapal, memperkuat logistik dan ekonomi Jawa Timur.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memastikan bahwa dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini siap untuk beroperasi penuh. Kesiapan ini menyusul rampungnya serangkaian uji sandar kapal tahap akhir yang krusial.
Proses penting ini dilaksanakan pada hari Senin, 2 Februari, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan utama. Keberhasilan uji sandar ini menjadi penanda vital bagi peningkatan konektivitas maritim di wilayah Jawa Timur.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menegaskan bahwa uji sandar ini sangat penting. Langkah ini bertujuan untuk menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Panarukan.
Uji Sandar Kapal dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Uji sandar dermaga Pelabuhan Panarukan dihadiri oleh perwakilan penting dari berbagai entitas terkait. Di antara mereka adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Pertamina Port & Logistics.
Dalam uji coba ini, beberapa kapal secara langsung melakukan manuver sandar dan lepas untuk menguji konstruksi dermaga. Kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics menjadi bagian dari proses pengujian ini.
Herland Aprilyanto menyatakan bahwa kedua kapal tersebut berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar. Hal ini sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan untuk keselamatan pelayaran.
Keberhasilan uji sandar ini menegaskan bahwa infrastruktur Pelabuhan Panarukan mampu menopang aktivitas kapal dengan baik. Ini adalah langkah maju dalam memastikan operasional yang efisien dan aman.
Peran Strategis Pelabuhan Panarukan bagi Ekonomi Regional
Keberhasilan uji sandar diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik di Jawa Timur. Pelabuhan ini akan menjadi tulang punggung penting bagi pergerakan barang.
Selain itu, operasional penuh Pelabuhan Panarukan juga akan meningkatkan mobilitas penumpang, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Konektivitas wilayah di Jawa Timur akan semakin bertambah.
Herland optimistis bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan akan semakin padat seiring waktu. Peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga menjadi faktor pendorong utama.
Diproyeksikan frekuensi kedatangan kapal, termasuk yang berkapasitas 1000 DWT, serta arus barang akan meningkat signifikan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian Situbondo dan sekitarnya.
Infrastruktur dan Rencana Pengembangan Pelabuhan
Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 176,5 meter dengan lebar 10 meter, memberikan ruang yang cukup untuk aktivitas bongkar muat. Trestle pelabuhan membentang sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter.
Selain itu, causeway yang menghubungkan daratan dengan dermaga memiliki panjang 925 meter, memastikan aksesibilitas yang lancar. Ini adalah infrastruktur yang mendukung operasional pelabuhan secara keseluruhan.
Pembangunan awal pelabuhan ini dimulai pada tahun 2008 dan terus dikembangkan pada periode 2011–2012, dengan penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap fasilitas ini.
Rehabilitasi segmen dermaga 2 (sekitar 107 x 10 m²) dan fasilitas darat dijadwalkan pada Tahun Anggaran 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, dan kinerja operasional Pelabuhan Panarukan.
KSOP Kelas IV Panarukan saat ini juga mulai melakukan sosialisasi kepada para pengguna jasa. Sosialisasi ini bertujuan untuk menginformasikan secara luas mengenai kesiapan operasional Pelabuhan Panarukan.
Harapannya, seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat. Namun, hal ini harus tetap tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan kepada pengguna jasa.
Sumber: AntaraNews