Jelang Lebaran 2026, Operator Feri Situbondo Madura Intensif Koordinasi dengan BMKG Demi Keselamatan Pelayaran
PT Dharma Dwipa Utama (DDU) memperketat koordinasi untuk layanan Feri Situbondo Madura dengan BMKG demi keselamatan pelayaran selama arus mudik Lebaran 2026. Bagaimana strategi mereka menghadapi cuaca ekstrem?
PT Dharma Dwipa Utama (DDU), sebagai operator kapal feri di lintasan strategis Jangkar (Situbondo) menuju Sumenep (Madura), secara intensif melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan pelayaran selama periode krusial angkutan Lebaran 2026.
Manajer PT DDU, Maman Surahman, menegaskan bahwa sebelum setiap keberangkatan, baik dari Pelabuhan Jangkar Situbondo maupun dari berbagai kepulauan di Kabupaten Sumenep, koordinasi menyeluruh dilakukan. Pihaknya melibatkan BMKG, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, serta instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi cuaca terkini.
Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi prioritas utama PT DDU selama arus mudik Lebaran 2026. Upaya Koordinasi Feri Situbondo Madura ini bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan seluruh penumpang serta kru kapal, di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi.
Kewaspadaan Cuaca dan Koordinasi Feri Situbondo Madura
Dalam menghadapi dinamika cuaca, PT DDU secara ketat mengikuti setiap prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG terkait lintasan Situbondo-Madura. Fokus utama adalah pada keselamatan pelayaran, sehingga setiap informasi cuaca menjadi dasar pengambilan keputusan operasional.
Maman Surahman menjelaskan, "Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, pada arus mudik Lebaran 2026 kami tetap mewaspadai cuaca dan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pelayaran." Pernyataan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar keamanan tertinggi.
Koordinasi Feri Situbondo Madura yang terjalin erat dengan BMKG dan KSOP Kelas IV Panarukan menjadi kunci. Hal ini memungkinkan operator feri untuk mendapatkan data akurat dan real-time, yang sangat penting dalam membuat keputusan terkait jadwal keberangkatan.
Setiap detail informasi cuaca dievaluasi secara cermat untuk mengidentifikasi potensi risiko. Dengan demikian, langkah-langkah mitigasi dapat segera diterapkan demi menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan penumpang.
Strategi Penyesuaian Jadwal Demi Keselamatan
Apabila kondisi cuaca dinilai kurang memungkinkan untuk pelayaran yang aman, PT DDU telah menyiapkan prosedur standar operasional. Perusahaan yang mengoperasikan dua kapal feri, KMP Dharma Kartika dan KMP Wicitra Dharma I, akan melakukan pergeseran jadwal keberangkatan.
Penundaan jadwal ini dilakukan tanpa mengurangi jumlah trip atau jadwal pelayaran yang telah ditentukan. "Kalau tiba-tiba cuaca buruk, kami lakukan pergeseran jadwal keberangkatannya dengan tanpa mengurangi jumlah trip atau jadwal pelayaran," kata Maman Surahman.
Strategi ini memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian waktu, kapasitas angkut untuk pemudik tetap terjaga. Prioritas utama adalah keselamatan, bukan kecepatan, sehingga penumpang dapat merasa tenang selama perjalanan.
Saat ini, kondisi cuaca di lintasan Situbondo-Madura dilaporkan kondusif, dan PT DDU berharap kondisi ini terus berlanjut. Harapan tersebut mencakup kelancaran arus mudik hingga balik Lebaran, memastikan semua perjalanan dapat berlangsung sesuai rencana.
Kesiapan Armada dan Rute Pelayanan Optimal
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama angkutan Lebaran 2026, PT DDU telah menyiapkan dua unit armada kapal feri. Kedua kapal ini akan melayani warga kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, dengan rute yang telah ditetapkan.
Rute yang dilayani meliputi Jangkar-Raas dan Jangkar-Sapudi, yang merupakan jalur vital bagi masyarakat kepulauan. KMP Dharma Kartika secara reguler melayani rute Jangkar-Raas dengan enam kali pelayaran terjadwal.
Sementara itu, KMP Wicitra Dharma I ditugaskan untuk rute Jangkar-Sapudi, dengan lima kali pelayaran reguler. Penambahan jadwal pelayaran ekstra juga telah direncanakan untuk mengakomodasi peningkatan volume pemudik.
KMP Dharma Kartika akan memberikan pelayaran ekstra sebanyak lima kali, dan KMP Wicitra Dharma I akan menambah dua kali pelayaran ekstra. Kesiapan armada dan jadwal yang fleksibel ini menunjukkan komitmen PT DDU dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran.
Sumber: AntaraNews