Anggota DPR Ajak Generasi Muda Tingkatkan Penguasaan Bisnis Digital untuk Kemandirian Ekonomi
Anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah mendorong generasi muda untuk meningkatkan Penguasaan Bisnis Digital dan ekonomi kreatif demi kemandirian ekonomi serta kesiapan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Anggota Komisi VII DPR, Siti Mukaromah, menyerukan kepada generasi muda untuk aktif menguasai bisnis digital dan ekonomi kreatif. Seruan ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam gelar wicara di Auditorium Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu, 20 Desember.
Ajakan ini bertujuan agar generasi muda tidak tertinggal dalam persaingan global dan mampu menjadi pelaku usaha mandiri berbasis teknologi. Era bisnis digital merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.
Oleh karena itu, Mbak Erma, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa generasi muda harus diposisikan sebagai aktor utama dalam transformasi bisnis digital. Penguasaan teknologi digital menjadi tahapan krusial menuju kemandirian ekonomi.
Pentingnya Penguasaan Bisnis Digital di Era Transformasi
Digitalisasi telah merambah ke seluruh penjuru Indonesia secara masif dan tak terbendung. Siti Mukaromah menekankan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton pasif dalam fenomena ini.
Sebaliknya, mereka harus proaktif menjadi pelaku yang mampu memanfaatkan platform digital secara optimal untuk berbagai keperluan. Penguasaan Bisnis Digital adalah kunci untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mbak Erma mendorong mahasiswa dan anak muda untuk memahami bahwa penguasaan teknologi digital adalah fondasi penting. Hal ini akan membawa mereka menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.
Memanfaatkan Liburan Akhir Tahun untuk Kemandirian Ekonomi
Momentum liburan akhir tahun seringkali dimanfaatkan untuk rekreasi, namun Siti Mukaromah melihatnya sebagai peluang emas. Generasi muda dapat menggunakannya untuk kegiatan yang lebih produktif dan membangun.
Kegiatan tersebut meliputi merintis usaha baru, mengembangkan ide-ide kreatif yang inovatif, serta membangun jejaring bisnis yang kuat berbasis digital. Waktu luang ini adalah kesempatan berharga untuk menyiapkan masa depan ekonomi secara lebih terarah.
Penguasaan Bisnis Digital memiliki cakupan aplikasi yang sangat luas dalam berbagai aspek usaha. Ini mencakup pemasaran produk yang efektif, pencarian bahan baku yang efisien, hingga komunikasi yang lancar dengan konsumen.
Kontribusi Ekonomi Kreatif Digital bagi Perekonomian Nasional
Platform digital tidak hanya memfasilitasi individu, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar yang jauh lebih besar bagi pelaku usaha. Hal ini secara signifikan dapat meningkatkan jangkauan produk dan layanan.
Selain itu, ekonomi kreatif yang berbasis digital memiliki kontribusi strategis yang sangat penting terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menjadi pilar baru pertumbuhan ekonomi.
Sektor digital ini berpotensi besar menjadi sumber devisa negara yang signifikan. Ia juga mampu meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta secara langsung mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.
Kesiapan Bersaing Menyongsong Indonesia Emas 2045
Penguasaan Bisnis Digital yang komprehensif harus dibarengi dengan kepercayaan diri yang tinggi dan kemauan kuat untuk keluar dari zona nyaman. Ini adalah prasyarat untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Mbak Erma menegaskan bahwa masa depan tidak dapat diraih dengan cara yang santai atau pasif. Sebaliknya, dibutuhkan perjuangan keras dan kesiapan penuh untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat.
"Kalau terlalu nyaman, justru akan tertinggal. Generasi muda harus siap bersaing dan beradaptasi dengan perubahan," kata Siti Mukaromah. Ia berharap generasi muda mampu menguasai platform digital sebagai kekuatan utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan kemampuan adaptasi yang baik, generasi muda tidak akan gagap menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat. Mereka diajak untuk mengisi berbagai peran strategis, baik sebagai pelaku usaha, penggerak ekonomi kreatif, maupun penguat ekonomi nasional.
Sumber: AntaraNews