Ibas Minta UMKM Pacitan Manfaatkan Digitalisasi dan KUR Kreatif
"Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru."
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong percepatan digitalisasi UMKM dan penguatan ekonomi kreatif di daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda di Pacitan, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat menghadiri Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf: Anak Muda Go Digital yang digelar bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Pacitan.
Dalam kegiatan tersebut, Ibas menilai ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh daerah.
"Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru," ujarnya dikutip Jumat (8/5).
Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu, pengembangan ekonomi kreatif harus dibangun melalui penguatan ekosistem dan infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari UMKM, pariwisata, perdagangan digital, hingga seni budaya.
Ia menilai Pacitan memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi kreatif daerah apabila seluruh potensi lokal dapat dikembangkan secara bersama-sama.
"Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama," jelasnya.
Ibas juga menyoroti pentingnya pengemasan produk budaya dan wisata daerah agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Ia menyebut sejumlah budaya lokal seperti rontek, kethek ogleng, hingga Tari Klayar memiliki daya tarik kuat jika dipadukan dengan konsep kreatif dan narasi yang lebih modern.
"Pertunjukan budaya kita harus dikemas lebih menarik, lebih kreatif, ada cerita dan identitasnya. Dengan begitu nilai jualnya akan lebih tinggi dan mampu menarik perhatian wisatawan," katanya.
Selain sektor budaya, Ibas menilai penguatan ekonomi kreatif daerah juga dapat ditopang oleh sektor pariwisata, termasuk keberadaan Museum dan Galeri Seni SBY*ANI di Pacitan yang dinilai mampu menjadi daya tarik baru wisata daerah.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan identitas dan branding daerah untuk meningkatkan promosi wisata dan produk lokal.
"Branding itu penting. Pacitan punya kekuatan alam, budaya, dan tokoh besar seperti Pak SBY yang bisa menjadi identitas kuat untuk mempromosikan daerah dan produk-produk lokal kita," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas promosi wisata serta produk UMKM lokal.
"Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah," tegasnya.
Ia juga meminta pelaku UMKM memanfaatkan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif guna memperkuat modal usaha dan pengembangan bisnis berbasis digital.
"Kalau masalahnya ada di modal, manfaatkan KUR Kreatif agar usaha bisa berkembang, digitalisasi meningkat, dan promosi produk semakin optimal," ujarnya.
Perkembangan Teknologi Digital
Dalam sesi pemaparan, Founder Kasisolusi Deryansha mengatakan perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi UMKM daerah untuk menembus pasar nasional hingga global.
"Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal nasional bahkan global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik. Banyak UMKM yang berubah nasibnya karena ekonomi kreatif dan teknologi digital," ujar Deryansha.
Ia juga mengapresiasi langkah Ibas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis digital di daerah.
Workshop tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Riyan Firmansyah, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho, hingga jajaran DPRD Kabupaten Pacitan.