Ibas di Pacitan: Tolong Buang Sampah Pada Tempatnya agar Terhindar dari Bencana dan Kerusakan
Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk disiplin, bertanggung jawab, dan bahkan lebih dari itu untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang.
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pacitan, dimulai dari langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah plastik sesuai jenisnya. Ia mengingatkan bahwa sampah yang tidak terkelola menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan dapat memicu bencana seperti banjir serta kerusakan ekosistem sungai, tanah dan pesisir.
Oleh karena itu, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk disiplin, bertanggung jawab, dan bahkan lebih dari itu untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang agar kebersihan lingkungan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan masa depan Pacitan yang lebih hijau dan sehat.
"Tidak boleh ada sampah-sampah warna warni hijau, warna merah, warna biru muda, warna putih, warna kuning apapun yang berserakan di sekitar kita. Kita ingin anak-anak kita, cucu-cucu kita, keluarga kita dan masyarakat kita benar-benar peduli. Peduli dimulai dari hal yang sederhana. Tolong pastikan kita juga bisa membuang sampah pada tempatnya. Anak cucu kita mendapatkan keselamatan lahir dan batin. Dan kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya," tegas ibas anggota pemilihan Jawa Timur VII dari Partai Demokrat tersebut dalam sambutannya.
Ibas juga meminta masyarakat menjaga selokan, sungai dan pantai Pacitan dari cemaran limbah plastik yang dapat membunuh biota laut serta mengganggu keberlanjutan ekosistem. Selain itu, ia mendorong warga untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis daur ulang plastik agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Ibas menegaskan bahwa menjaga kesehatan ekosistem alam adalah tanggung jawab bersama.
"Pantai kita harus dijaga dari kotoran-kotoran," ujarnya saat menyapa masyarakat Pacitan dalam Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Wareng, Punung.
Ia mengingatkan bahwa sampah plastik yang mencemari laut dapat membunuh ikan dan biota lainnya. "Kita ingin sungai-sungai yang ada di Kabupaten Pacitan juga bersih dari sampah-sampah lingkungan, termasuk sampah-sampah plastik. Karena itu adalah salah satu cara kita untuk mencintai, menjaga Indonesia menjadi negara yang bersih dan selalu asri kehidupannya," tegasnya di hadapan masyarakat Desa Wareng.
Menurut Dewan Penasihat Kadin ini, sampah bukan hanya masalah, tetapi dapat menjadi peluang ekonomi. "Sampah sesungguhnya itu juga bisa bermanfaat untuk energi dan juga bahan-bahan pupuk," jelasnya.
Sampah Bisa Diolah Jadi Pupuk
Ia menjelaskan bahwa limbah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk pertanian dan perkebunan. "Sampah-sampah plastik pun jika Bapak-Ibu masyarakat yang ada di Desa ini bisa mengembangkan ekonomi kreati, pada akhirnya bisa menambah pendapatan, masukan untuk kemakmuran dari Bapak-Ibu semua yang ada di sini, betul?" seru Ibas disambut jawaban antusias warga.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
"Mari kita berjanji terhadap diri kita sendiri, lingkungan kita, untuk sama-sama menjaga kebersihan agar anak cucu kita mendapatkan keselamatan lahir dan batin,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat terhindar dari bencana yang dipicu oleh kerusakan alam. "Dan kita terhindar dari bencana apakah itu banjir dan juga kerusakan alam lainnya."
Ibas menutup pesannya dengan semangat bahwa kebersihan lingkungan merupakan wujud cinta pada tanah kelahiran dan bangsa. Ia menekankan bahwa langkah-langkah kecil di tingkat desa akan membawa dampak besar bagi keberlanjutan Pacitan.