Ibas Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Juwono Sudarsono, Sosok Intelektual Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, yang dikenal sebagai sosok intelektual dan teknokrat sejati. Juwono Sudarsono wafat meninggalkan warisan pem
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof. Juwono Sudarsono. Berita duka ini menyelimuti Indonesia pada Minggu, 29 Maret, menandai kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Ibas mengungkapkan rasa kehilangannya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Bagi Ibas, sosok Juwono Sudarsono bukan hanya sekadar pejabat negara, melainkan seorang intelektual besar, guru bangsa, dan teknokrat sejati. Almarhum telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan Indonesia, melayani lintas generasi kepemimpinan. Dedikasi Juwono Sudarsono ini menjadi teladan bagi banyak pihak.
Ibas secara pribadi, atas nama keluarga, dan Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Hari ini Indonesia berduka. Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, seorang begawan ilmu hubungan internasional dan pertahanan yang sangat bersahaja," ujar Ibas dalam pernyataannya.
Jejak Pengabdian Lintas Era Kepemimpinan
Ibas mengenang Prof. Juwono Sudarsono sebagai pribadi yang unik dan dipercaya oleh berbagai era kepemimpinan nasional. Kiprahnya membentang dari masa Presiden Soeharto hingga Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Konsistensi dan integritasnya menjadikan beliau figur yang dihormati di kancah politik dan pemerintahan.
Dedikasinya sebagai Menteri Pertahanan pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan SBY mencatatkan sejarah penting. Beliau berperan besar dalam reformasi sektor pertahanan dan keamanan nasional. Peran ini menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dan membawa perubahan positif.
"Beliau adalah sosok yang mampu menjembatani berbagai dinamika politik dengan profesionalisme dan integritas yang luar biasa," kata Ibas. Beliau menambahkan bahwa "Jasa beliau sangat besar dalam meletakkan fondasi pertahanan negara yang modern namun tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi."
Warisan Intelektual dan Penghargaan Negara
Selain perannya di Kementerian Pertahanan, Ibas juga menyoroti peran multifaset almarhum dalam berbagai jabatan strategis lainnya. Juwono Sudarsono pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di masa Presiden B.J. Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup. Ini menunjukkan luasnya cakupan keahlian dan pengabdiannya.
"Beliau adalah contoh nyata abdi negara yang tuntas. Di mana pun beliau ditempatkan, beliau selalu memberikan standar moral dan intelektual yang sangat tinggi," tegas Ibas. Konsistensinya dalam dunia pendidikan sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia juga sangat dikagumi. Warisan pemikiran Prof. Juwono akan terus hidup melalui ribuan murid dan karya-karya ilmiahnya.
Sederet penghargaan yang diterima almarhum menjadi bukti nyata pengakuan negara atas ketulusan pengabdiannya. Mulai dari Bintang Mahaputera Adipradana hingga yang terbaru, Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto yang telah diberikan pada Agustus 2025. Ibas menekankan, "Beliau mengajar kita bahwa kekuasaan adalah amanah untuk mendidik dan melayani."
Menutup pernyataannya, Ibas mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan almarhum Prof. Juwono Sudarsono. "Selamat jalan, Prof. Juwono Sudarsono. Terima kasih atas segala bimbingan, dedikasi, dan teladan yang telah diberikan bagi bangsa ini. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," pungkas Ibas.
Sumber: AntaraNews