Viral Pelajar Serang Warga Pakai Busur di Maros, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
Dalam video yang beredar, terlihat rombongan remaja mengendarai sepeda motor sambil membawa busur dan menyerang warga di jalanan.
Aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok pelajar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menggegerkan warga sekaligus ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat rombongan remaja mengendarai sepeda motor sambil membawa busur dan menyerang warga di jalanan.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Carangki, Kecamatan Mandai, pada Jumat (6/2). Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik akibat aksi brutal itu, terlebih para pelaku bergerak secara berkelompok.
Kepolisian Resor (Polres) Maros bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Hasil penyelidikan mengarah pada sejumlah pelajar yang diduga terlibat langsung dalam penyerangan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Maros, Ajun Komisaris Muh Ridwan, menyatakan pihaknya telah mengamankan tiga orang pelaku yang seluruhnya masih berstatus pelajar.
"Tiga orang inisial ANF (16), F (17), dan HW (17) berhasil kita amankan. Mereka masih berstatus pelajar dari Kabupaten Gowa," ungkapnya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (8/2).
Barang Bukti Diamankan
Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan saat beraksi. Di antaranya anak busur serta ketapel yang diduga menjadi alat untuk melukai warga.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi penyerangan telah direncanakan sebelumnya, bukan sekadar spontanitas.
Diduga Dipicu Dendam dan Eksistensi
Dari hasil pemeriksaan awal, motif para pelaku diduga berkaitan dengan konflik antar kelompok remaja. Mereka juga disebut ingin menunjukkan eksistensi di media sosial dengan merekam aksi berbahaya tersebut.
"Motif mereka melakukan aksinya diduga karena dendam antar kelompok dan ingin menunjukkan eksistensi di media sosial," kata Ridwan.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
Ridwan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak, terutama remaja, agar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan jalanan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial remaja.