Unik Banget, Beli Gorengan untuk Takjil di India Sistemnya Pakai Timbangan
Di negara ini, gorengan yang bakal dibeli para pembelinya ternyata harus ditimbang terlebih dahulu.
Bagi sebagian besar orang di Asia, gorengan merupakan jenis makanan yang tak asing lagi. Berbagai kalangan usia bahkan bisa menyantap jenis makanan ringan yang satu ini.
Jika di tanah air, gorengan dapat dibeli per satuan saat kita membeli, ternyata di India justru berbeda. Di negara ini, gorengan yang bakal dibeli para pembelinya ternyata harus ditimbang terlebih dahulu.
Hal ini lantaran para penjualnya menjajakan gorengan dengan cara kiloan. Seperti apa penampakannya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube zhefailmi channel.
WNI Berburu Takjil Gorengan di India
Terungkapnya sistem penjualan gorengan kaki lima di India tersebut selayaknya yang dibagikan oleh WNI sekaligus pemilik kanal YouTube zhefailmu channel. Dalam sebuah kesempatan, dia sengaja ingin berbagi makanan ke sejumlah orang membutuhkan di salah satu daerah di India.
Lantaran tengah berpuasa, dia lantas berburu takjil gorengan di pinggir jalan.
“Sebelum berbuka puasa, kita mau berburu takjil dan juga borong-borong takjil untuk dibagikan. Kebetulan, kita lagi ada di tempat yang banyak orang penjual di pinggir jalannya. Yuk langsung aja kita pilih ya,” katanya.
Saat salah satu penjual gorengan didatangi, dagangannya masih tampak begitu banyak. Beberapa gorengan yang tersaji di depan mata kala itu ialah gorengan bawang, roti, kentang, cabai, hingga telur.
“Ada gorengan bawang, roti, kentang, cabai, telur,” ungkap salah satu penjual.
Gorengannya Ditimbang
Namun siapa sangka jika para penjual gorengan di India ternyata menyajikan dagangan mereka dalam sistem kiloan. Sehingga, para pembelinya dapat memperoleh gorengan dengan ditimbang terlebih dahulu.
“Sekilo berapa?” tanyanya.
“Sekilo ada 200 rupee (Rp80 ribu),” jawab salah satu penjual di lokasi.
Saat sang WNI mengungkap keinginannya untuk memborong dagangan, para penjual di lokasi tampak terkejut. Bahkan, mereka tak menyangka jika dagangannya kala itu bakal habis tak tersisa dibeli satu pembeli saja.
“Kalau semuanya berapa kilo?” tanyanya.
“Semuanya? Kamu mau beli semuanya?” tanya salah satu penjual.
“Iya, silakan dicek semua dulu. Tapi aku mau dibungkus setengah kilo dulu. Ditimbang dulu boleh. Setelah itu, aku akan membayar tunai,” ungkapnya.
Setelah semua gorengan ditimbang hingga dipanaskan kembali, seluruh makanan tersebut kemudian dikemas menggunakan plastik. Pria WNI itu kemudian membayar secara tunai hingga membagikan sejumlah bungkusan gorengan ke warga setempat.
“Ini ada 2.010 rupee atau Rp402 ribu ya paman. Ini (gorengan) sudah milik kita, ini mau kita bagikan ya,” ungkapnya.