Surga Istri Terletak pada Suami, ini Syaratnya
Istilah 'surga istri terletak pada suami' berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah.
Sering kali kita mendengar bahwa surga bagi seorang istri terletak pada suaminya. Banyak umat Muslim yang memahami bahwa dengan mematuhi perintah suami, sang istri akan mendapatkan surga, tanpa mempertimbangkan apakah perintah tersebut sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Istilah 'surga istri terletak pada suami' berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga." (HR Tirmidzi).
KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan wanita harus mengabdi dan taat kepada suami jika ingin masuk surga. Hal itu seperti hadist Rasulullah SAW.
"Seorang wanita seharusnya meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada suami dan harus menyadari bahwa di situlah letak kemuliaannya, surganya," kata Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Buya Yahya, pada Senin (5/5/2025).
Rasulullah SAW juga bersabda,
"Jika seorang wanita selalu menjaga sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, serta menjaga kehormatannya (dari perbuatan zina) dan taat kepada suaminya, maka kepada wanita yang memiliki sifat mulia ini dikatakan, 'Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau inginkan.' (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Suami Wajib Melayani Istri
Seorang istri tidaklah satu-satunya yang diharuskan untuk taat kepada suaminya. Buya Yahya mengatakan suami juga memiliki kewajiban untuk berbakti kepada istri, dengan cara berbuat baik, bersikap santun, serta menunjukkan kasih sayang melalui pendidikan dan pengingat dalam beribadah. Tindakan tersebut akan mendatangkan pahala dan menjadi jalan menuju kemuliaan di surga.
"Tapi kalau suami gak ngajari istri, neraka di istrinya. Istri yang merusak suami, menjadi suaminya korupsi, tuntutan yang berlebihan sampai suami pusing melakukan yang haram, ini neraka juga, istri neraka bagi sang suami," tutur Buya Yahya.
Seringkali, ungkapan 'surga istri terletak pada suami' disalahartikan oleh suami yang bersikap egois dan keras kepala. Ungkapan ini dijadikan alat untuk menindas istri, sehingga istri tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya mengikuti keinginan suaminya.
"Ini biasanya egonya suami begitu. Surga istri ada di suaminya. Suaminya gak benar, gak mendidik, mana surga? Neraka bareng-bareng namanya," ujar Buya Yahya.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan suami istri seharusnya saling mendukung dan tidak saling menyakiti, demi mencapai kebahagiaan bersama.
Pesan Buya Yahya
Buya Yahya menjelaskan sebuah rumah tangga yang harmonis adalah yang saling mendukung dalam hal kebaikan. Dalam konteks ini, baik suami maupun istri berperan sebagai penolong satu sama lain, yang pada akhirnya dapat menjadi penyebab bagi mereka untuk masuk surga.
"Kalau suami dengan istri bisa saja, sahabat dengan sahabat bisa terjadi. Maka ayo kita bertemu dalam kebaikan, jangan ada kezaliman," pungkas Buya Yahya. Wallahu a'lam.