Apakah Benar Islam Melarang Bangun Rumah di Bulan Suro 2025? Begini Penjelasan Ulama
Apakah benar bahwa Islam melarang pembangunan rumah pada bulan Muharram atau Suro 2025?
Membangun rumah adalah impian bagi banyak orang. Dengan membangun rumah, seseorang dapat mewujudkan hunian ideal yang memberikan kepuasan tersendiri. Dalam perspektif Islam, aktivitas membangun rumah termasuk dalam kategori mubah atau diperbolehkan. Namun, terdapat beberapa kalangan masyarakat Muslim yang percaya bahwa ada bulan-bulan tertentu yang sebaiknya dihindari untuk membangun rumah. Beberapa orang meyakini bahwa bulan Muharram, yang bertepatan dengan Suro, adalah waktu yang tidak tepat untuk melakukan pembangunan rumah.
Ada pula yang beranggapan bahwa bulan Safar juga termasuk bulan yang tidak baik untuk tujuan tersebut. Mereka percaya bahwa bulan-bulan ini dianggap sebagai bulan sial, dan jika pembangunan rumah dilakukan pada waktu tersebut, hal itu dapat berdampak negatif secara spiritual terhadap rumah yang dibangun.
Namun, benarkah Islam melarang pembangunan rumah pada bulan Muharram atau Suro? Apakah ada konsep bulan sial dalam ajaran Islam? Untuk mendapatkan jawaban yang jelas, mari kita simak penjelasan dari Pengasuh LPD Al Bahjah, Ustadz KH Yahya Zainul Maarif, yang akrab dipanggil Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan pandangan yang lebih mendalam mengenai keyakinan ini dan memberikan pencerahan tentang kapan sebaiknya seseorang melakukan pembangunan rumah sesuai dengan ajaran Islam.
Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya menolak anggapan tentang adanya bulan sial. Ia menegaskan setiap bulan memiliki kebaikan, tanpa terkecuali. Mengenai pembangunan rumah, Buya Yahya mengatakan hal itu diperbolehkan dilakukan pada bulan kapan saja, termasuk bulan Muharram (Suro), Safar, maupun Ramadhan. Khusus selama bulan Ramadhan, mereka yang membangun rumah tetap diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.
"Gak ada bulan sengsara, bulan nyungsep, bulan nahas, gak ada! Semua hari adalah bagus jika kita gunakan kebaikan. Kapan hari jelek? Hari Anda bermaksiat," kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Selasa (17/6/2025).
Dalam pandangannya, setiap bulan seharusnya dipandang positif. Menurut Buya Yahya, tidak ada bulan yang dianggap membawa kesialan. Ia mendorong masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh mitos yang mengatakan ada bulan-bulan tertentu yang buruk untuk melakukan aktivitas, termasuk membangun rumah. Sebaliknya, ia mengajak semua orang untuk memanfaatkan setiap waktu dengan melakukan hal-hal yang baik. Dengan demikian, setiap hari bisa menjadi berkah asalkan mengisinya dengan kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap dan tindakan kita yang menentukan apakah suatu waktu itu baik atau buruk.
Dikutip dari NU Online, Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) menegaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara bulan Safar dan bulan-bulan lainnya. Setiap bulan memiliki potensi untuk membawa kebaikan maupun keburukan, sehingga tidak seharusnya ada anggapan atau keyakinan bahwa bulan Safar atau Suro adalah bulan yang selalu dipenuhi dengan keburukan dan musibah.
"Adapun mengkhususkan kesialan dengan suatu zaman tertentu bukan zaman yang lain, seperti (mengkhususkan) bulan Safar atau bulan lainnya, maka hal ini tidak benar," kata Ibnu.
Keyakinan yang mengatakan hanya bulan Safar yang membawa musibah adalah pandangan yang keliru, karena setiap bulan, zaman, dan tahun adalah ciptaan Allah SWT yang bisa saja mengalami kesialan atau bencana. Sangat tidak logis jika kita hanya mengaitkan musibah dengan bulan Safar dan mengabaikannya pada bulan-bulan lainnya.
Lebih lanjut, Ibnu Rajab menegaskan baik buruknya suatu periode tidak dapat diukur hanya dari kejadian yang terjadi pada periode tersebut. Ia berpendapat setiap zaman yang dipenuhi dengan kebaikan akan dianggap sebagai zaman yang diberkahi, dan sebaliknya. Dalam pandangannya, jika seseorang mengisi waktunya dengan ketaatan kepada Allah, maka waktu tersebut akan menjadi waktu yang penuh berkah. Sebaliknya, jika diisi dengan maksiat, maka waktu tersebut akan dianggap sebagai waktu yang tidak diberkahi. Ibnu Rajab menyatakan:
"Setiap zaman yang orang mukmin menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah, maka merupakan zaman yang diberkahi; dan setiap zaman orang mukmin menyibukkannya dengan bermaksiat kepada Allah, maka merupakan zaman kesialan (tidak diberkahi)." (Zainuddin 'Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Baghdadi ad-Dimisyqi, Lathaiful Ma'arif).
Kesimpulannya, umat Islam diperbolehkan untuk membangun rumah pada bulan Muharram (Suro). Wallahu a'lam.