Sosok Polisi Baik Bripka Joko Pahlawan Warga Miskin, Rela Jadi Tukang Gali Kubur Gratis
Di balik tugasnya sebagai abdi negara, salah satu personel Polri rela mendedikasikan dirinya sebagai sosok penggali kubur.
Di balik tugasnya sebagai abdi negara, salah satu personel Polri rela mendedikasikan dirinya sebagai sosok penggali kubur. Menariknya, dia sama sekali tak meminta bayaran dari para warga di sekitar tempat tinggalnya sendiri.
Terungkap, hal ini telah dijalaninya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sejak itu, menjadi penggali kubur diungkapnya merupakan pekerjaan yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiahnya untuk membantu perekonomian orangtua.
Kini, sosoknya pun didapuk menjadi kandidat Hoegeng Awards 2025, sebuah ajang penghargaan bergengsi bagi para personel Polri yang memiliki kisah inspiratif. Lantas, seperti apa kisah hingga sosok dari sang polisi berhati emas itu? Berikut ulasan selengkapnya.
Polisi jadi Gali Kubur
Personel Polri tersebut ialah Bripka Joko Hadi Aprianto. Sehari-hari, sosok polisi tersebut akrab disapa dengan Bripka Joko.
Diketahui, kini Joko merupakan anggota yang berdinas di Polsek Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Meski disibukkan dengan berbagai tugas sebagai seorang abdi negara, Joko masih bisa menyempatkan diri untuk melakukan hal baik. Dia menjadi penggali kubur secara sukarela.
Bahkan selama bertahun-tahun, dia rela menjadi penggali kubur gratis bagi warga yang tergolong kurang mampu di Samarinda, Kalimantan Timur.
Ditekuni Sejak SMP
Joko melakukan tugas kemanusiaan itu bukan hanya sekali atau dua kali saja.
Melalui informasi yang dihimpun, terungkap jika Joko ternyata telah melakukan hal demikian selama lebih dari 23 tahun.
Joko secara khusus mengabdikan diri menjadi penggali kubur sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama alias SMP.
Polisi yang kini berusia 37 tahun itu telah membulatkan tekad untuk memberi bantuan kemanusiaan itu sejak remaja, saat rekan seusianya justru menghabiskan waktu dengan cara berbeda.
Kala itu, dengan menjadi penggali kubur, dia bisa mendapatkan uang meski tak cukup bayak untuk membantu perekonomian keluarga.
Jadi Kandidat Hoegeng Awards
Melansir dari keterangan dalam salah satu unggahan pada kanal YouTube MerdekaDotCom, Kamis (14/2), selama lima tahun terakhir ini Bripka Joko juga dipercaya menjadi ketua pemakaman di wilayah tempat tinggalnya.
Bagi keluarga kurang mampu, jasa penggalian kubur yang dilakukan Bripka Joko diberikan secara gratis. Namun, ia tetap menggaji tim penggali kubur yang membantunya, bahkan jika harus merogoh uang pribadinya yang berasal dari gaji sendiri.
Kisah menarik dari sosok polisi Bintara tingkat empat itu diketahui pernah membuat Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho memberi apresiasi mendalam.
Joko diharapkan dapat terus menjadi andalan masyarakat dan mampu menjadi motivasi bagi para personel Polri dalam mengemban tugas kemanusiaan.
“Ini diharapkan untuk terus melanjutkan pekerjaan yang mulia dan terus melaksanakan tugas melayani masyarakat sehingga mampu menjadi hormon positif bagi polisi-polisi lainnya untuk bekerja lebih baik dan bisa memberikan karyanya yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ungkap Kadiv Humas Polri, demikian dikutip dari keterangan unggahan pada akun Instagram @divisihumaspolri.
Fakta menariknya, meski mendapat apresiasi dari sosok jenderal bintang dua Polri, Bripka Joko disebut telah menolak berbagai penghargaan dan kesempatan sekolah perwira atas perjuangannya di bidang kemanusiaan itu.
Kisah dan dedikasi luar biasa dari Bripka Joko pun membuat banyak orang merasa tersentuh. Dia bahkan diketahui didapuk menjadi salah satu kandidat pada ajang penghargaan bergengsi dalam agenda tahunan Hoegeng Awards 2025. Usulan ini pun datang dari Hendy Saputra, seorang warga Samarinda Kota.