Sosok Paus Leo XIV Ternyata Punya Gelar Akademik Mentereng & Dekat dengan Paus Fransiskus
Perjalanan panjangnya menuju tahta suci ini rupanya diawali dari pendidikan akademik yang komprehensif serta karier pastoral yang kaya pengalaman.
Robert Francis Prevost, atau yang dikenal sebagai Paus Leo XIV, telah resmi memimpin Gereja Katolik Roma. Perjalanan panjangnya menuju tahta suci ini rupanya diawali dari pendidikan akademik yang komprehensif dan berlanjut dengan karier pastoral yang kaya pengalaman.
Menariknya lagi, Paus Leo XIV ternyata juga memiliki kedekatan cukup tinggi dengan pendahulunya, Paus Fransiskus. Pengangkatan dan perjalanan kariernya di bawah naungan Paus Fransiskus itu pun turut memperkuat ikatan antara kedua pemimpin Gereja ini.
Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, kesamaan visi dan komitmen terhadap keadilan sosial menjadi benang merah yang menghubungkan kepemimpinan Paus Leo XIV dengan warisan Paus Fransiskus. Hal ini terlihat dari pidato pertamanya sebagai Paus, di mana ia menyatakan penghormatan dan melanjutkan berkat yang diberikan Paus Fransiskus.
Lalu, bagaimana jejak pendidikan menarik hingga karier pastoral Paus XIV di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus itiu? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.
Latar Belakang Pendidikan Paus Leo XIV
Paus Leo XIV memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat. Ia memulai pendidikan menengahnya di seminari minor Ordo St. Agustinus pada tahun 1973, menunjukkan dedikasinya pada kehidupan religius sejak usia muda. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di bidang sains, meraih gelar Sarjana Sains dalam bidang matematika di Universitas Villanova pada tahun 1977. Keputusan ini menunjukkan minat dan kemampuannya dalam bidang eksakta, yang kemudian dipadukan dengan panggilan rohaninya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sains, ia bergabung dengan Ordo Santo Agustinus dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikan teologinya di Persatuan Teologi Katolik Chicago dan Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma. Di Roma, ia berhasil meraih gelar doktor dengan tesis yang membahas peran prior setempat dalam Ordo Santo Agustinus, menunjukkan kedalaman pemahamannya tentang struktur dan dinamika organisasi Gereja.
Tidak hanya teologi, Paus Leo XIV juga memiliki keahlian dalam hukum kanonik. Ia memiliki gelar Lisensiat dan Doktor Hukum Kanonik, menunjukkan pemahamannya yang mendalam tentang aspek hukum dan administrasi Gereja. Kombinasi latar belakang pendidikan dalam sains, teologi, dan hukum kanonik menjadikan Paus Leo XIV seorang pemimpin Gereja yang memiliki wawasan yang luas dan komprehensif.
Kedekatan Paus Leo XIV dengan Paus Fransiskus
Hubungan antara Paus Leo XIV dan Paus Fransiskus telah terjalin sejak lama. Paus Fransiskus melihat potensi kepemimpinan Paus Leo dan memberikan kepercayaan kepadanya dengan berbagai tanggung jawab. Setelah pertama kali mengangkatnya pada tahun 2014 untuk menjabat sebagai uskup Chiclayo, Peru, Paus Fransiskus mengajak Paus Leo untuk bekerja di Vatikan.
Sebelum bertugas di Vatikan, Paus Leo menghabiskan sebagian besar waktunya di Peru, di mana ia juga bekerja sebagai guru, misionaris, dan pastor paroki. Pengalaman ini memberikannya pemahaman yang mendalam tentang kehidupan dan tantangan yang dihadapi umat di daerah tersebut. Dalam sambutannya dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo bahkan sempat menyapa khusus Keuskupan Chiclayo di Peru dalam bahasa Spanyol.
Pada bulan April 2020, Paus Fransiskus kembali menunjukkan kepercayaannya dengan mengangkat Paus Leo menjadi administrator apostolik keuskupan Callao, juga di Peru. Sejak tahun 2023, Paus Leo menjabat di Vatikan sebagai Prefek Departemen Uskup, yang bertugas memeriksa nominasi uskup di seluruh dunia. Perjalanan kariernya yang diawali dan dibimbing Paus Fransiskus ini semakin memperkuat ikatan dan menunjukkan adanya kesinambungan visi antara kedua pemimpin Gereja tersebut.
Meskipun memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, Paus Leo XIV tetap melanjutkan komitmen Paus Fransiskus terhadap solidaritas dan pembelaan terhadap kelompok yang terpinggirkan. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan nilai-nilai dan visi dalam kepemimpinan Gereja Katolik Roma.
Kardinal Robert Prevost Terpilih jadi Paus Baru
Sebelumnya seperti yang diketahui, Kardinal asal Amerika Serikat Robert Francis Prevost baru saja terpilih Paus ke-267 sebagai pemimpin Gereja Katolik sedunia dengan mengambil nama Paus Leo XIV.
Robert Francis Prevost terpilih melalui proses konklaf yang berlangsung sejak Rabu (7/5) hingga Kamis (8/5) lalu di Kapel Sistine di Vatikan.
Konklaf dilaksanakan untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu. Proses yang penuh rahasia ini diikuti oleh 133 kardinal dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia yaitu Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. Sejak sebelum konklaf, muncul sederet nama yang dianggap mempunyai peluang besar sebagai pemimpin Katolik sedunia tersebut.
Setelah asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistine, lonceng juga dibunyikan di Basilika Santo Petrus pada pukul 18.07 waktu setempat. Berdasarkan pantauan dari siaran langsung The Guardian, puluhan ribu orang berkumpul di Alun-Alun Santo Petrus Vatikan menunggu sosok Paus baru.