Sering Dikonsumsi Sehari-hari, Makanan Ini Justru Menjadi Penyebab Kanker Usus Besar
Apa saja jenis makanan yang dapat memicu terjadinya kanker usus besar? Berikut adalah penjelasan secara mendetail!
Terdapat berbagai jenis kanker yang harus diwaspadai di seluruh dunia, salah satunya adalah kanker kolorektal. Menurut Dokter Spesialis Bedah - Subspesialis Bedah Digestif di RS EMC Pulomas, Seno Budi Santoso kanker kolorektal adalah salah satu jenis kanker yang cukup umum dan sangat dipengaruhi oleh pola makan serta gaya hidup individu.
Selain itu, dr. Seno juga menjelaskan beberapa jenis makanan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker kolorektal jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan atau secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang menjadi sangat penting untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini. Pertanyaannya adalah, makanan apa saja yang bisa menjadi pemicu kanker kolorektal? Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai hal tersebut!
Makanan yang Telah Melalui Proses Pengolahan
Penyebab Kanker Usus Besar
Menurut dr. Seno, makanan yang telah diproses, seperti sosis, nugget, bacon, dan ham, adalah salah satu faktor utama yang dapat memicu kanker usus besar. Pengawetan makanan tersebut sering kali menggunakan bahan kimia seperti nitrat dan nitrit, yang berpotensi berubah menjadi senyawa karsinogenik di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan secara teratur dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, karena bahan kimia ini dapat merusak sel-sel di dinding usus.
Daging Merah
Dr. Seno juga mengungkapkan daging merah, seperti sapi, kambing, dan babi, bisa meningkatkan risiko kanker usus besar jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Ketika daging merah dimasak pada suhu tinggi, seperti dipanggang atau digoreng, senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina heterosiklik (HCA) dapat terbentuk. Senyawa-senyawa ini bersifat karsinogenik dan dapat memicu pertumbuhan sel kanker di usus besar. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi daging merah dan mengimbanginya dengan asupan serat dari sayuran dan buah-buahan.
Makanan Tinggi Gula dan Lemak Trans
Selain itu, dr. Seno mengatakan makanan yang mengandung gula dan lemak trans tinggi juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker usus besar. Makanan cepat saji, camilan kemasan, kue, dan minuman manis memiliki kandungan gula dan lemak yang berlebihan, yang dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan ini berpotensi merusak sel-sel usus dan meningkatkan kemungkinan pertumbuhan sel kanker. Pola makan yang kaya lemak dan gula juga sering kali berhubungan dengan obesitas, merupakan salah satu faktor risiko utama kanker usus besar.
Kurangnya Asupan Serat
Di samping itu, menurut dr. Seno rendahnya konsumsi serat dalam pola makan sehari-hari juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi risiko kanker usus besar. Makanan yang rendah serat, seperti nasi putih, roti putih, atau produk olahan lainnya, dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan tinja lebih lama berada di usus besar. Hal ini meningkatkan paparan usus terhadap zat-zat beracun, sehingga risiko terjadinya kanker menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, makanan yang kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, dapat membantu memperlancar pencernaan dan membersihkan usus dari zat-zat berbahaya.
Langkah untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker Usus
Untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker usus besar, dr. Seno mengatakan pentingnya menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu. Mengadopsi pola makan yang sehat dengan meningkatkan asupan makanan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta mengurangi daging olahan dan makanan yang tinggi lemak trans, dapat berkontribusi pada kesehatan usus besar. Selain itu, menjaga berat badan yang ideal, rutin berolahraga, serta menjauhi kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dapat secara signifikan menurunkan risiko kanker usus besar.