Rumah Mewah Crazy Rich Digeledah BNN Diduga Terlibat Narkoba, ini Sosok Pemiliknya
Penggeledahan dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama BNNP Sumsel, Rabu (30/7).
Penggeledahan rumah mewah tiga lantai di Desa Tulung Selapan Ilir, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, beberapa hari lalu menyisakan tanda tanya siapa pemiliknya. Terlebih dilakukan atas dugaan keterlibatan peredaran narkoba.
Penggeledahan dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama BNNP Sumsel, Rabu (30/7). Peristiwa itu menjadi viral di media sosial terlebih begitu mewahnya rumah tersebut.
Saat penggeledahan berlangsung, sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap mengamankan situasi. Tak kalah hebohnya, warga setempat berbondong-bondong mencoba mendekat agar mengetahui keadaan terkini.
Kasubag TU BNN OKI Efriadi mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari pengembangan kasus jaringan narkotika yang melibatkan seorang narapidana berinisial M yang saat ini mendekam di Lapas Nusakambangan. Dugaannya, pemilik rumah inisial HS turut terlibat dalam bisnis itu.
"Dugaan keterlibatan HS dalam aliran dana jaringan narkotika. Rumah miliknya langsung disegel usai digeledah," ungkap Kasubag TU BNN OKI Efriadi, Senin (4/8).
Lalu siapa HS? Dikabarkan dia adalah orang paling kaya di kampungnya. Meski berduit, HS dikenal peduli sesama warga.
HS juga menggratiskan siapa saja yang ingin menggelar prewedding di dalam maupun berlatar kemewahan rumahnya. Dia tak ambil pusing siapa saja yang ingin mengunjungi rumah bergaya klasik modern itu.
Warga mengaku tak menyangka HS menjadi buruan BNN atas keterlibatan dalam jaringan narkoba. Sebab HS dikenal orang kaya lama dengan usaha walet dan kebun sawit yang berhektare-hektare.
"Untuk informasi resmi mengenai status hukum HS, publik diminta menunggu rilis resmi dari BNN pusat," kata dia.
Kades Tulung Selapan Ilir Yendi mengatakan, HS dan istrinya, DS, bersama beberapa anak buahnya telah diamankan dua hari sebelum penggeledahan. Namun ia belum mengetahui bagaimana status hukum warganya itu.
"Belum tahu sekarang, belum ada informasi," kata Yendi.