Orang yang Rutin Bersepeda ke Tempat Kerja Disebut Kebal Penyakit, Ternyata ini Alasannya
Pertimbangkan bersepeda ke tempat kerja sekarang juga, ternyata ada banyak manfaat kesehatan.
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang bepergian dengan sepeda cenderung memiliki lebih sedikit hari libur karena sakit dan mengurangi risiko absensi jangka panjang karena sakit.
Melansir dari laman Science Alert, Rabu (12/2) sebuah penelitian yang dipimpin oleh tim dari Institut Kesehatan Kerja Finlandia menganalisis data yang dilaporkan sendiri dari 28.485 pegawai pemerintah daerah selama satu tahun.
Dibandingkan dengan perjalanan pasif dengan mobil atau angkutan umum bersepeda sejauh 61 kilometer (38 mil) atau lebih per minggu dikaitkan dengan risiko 8-12 persen lebih rendah untuk mengambil hari libur karena sakit dan 18 persen lebih rendah kemungkinan untuk absen selama setidaknya 10 hari karena sakit.
Dari data tersebut, rata-rata, penumpang yang paling aktif mempunyai 4,5 hari sakit lebih sedikit dibandingkan penumpang pasif, dan satu periode sakit yang lebih lama per dekade.
“Sudah ada bukti penelitian mengenai manfaat perjalanan aktif bagi kesehatan dan lingkungan, namun hubungannya dengan risiko absen karena sakit dalam waktu lama, misalnya, belum pernah diteliti sebelumnya,” ucap ilmuwan kesehatan masyarakat dari Institut Kesehatan Kerja Finlandia Essi Kalliolahti.
Bersepeda Membuat Tubuh Tetap Aktif
Para peneliti memperhitungkan faktor-faktor potensial lainnya yang mempengaruhi statistik penyakit termasuk jenis kelamin, usia, konsumsi alkohol, dan status sosial-ekonomi data tersebut.
Dari hasil tersebut, ternyata tidak menunjukkan sebab dan akibat langsung antara bersepeda dan penyakit, hanya hubungan yang kuat.
Temuan ini cocok dengan penelitian sebelumnya mengenai perjalanan dengan sepeda, meskipun alasan pasti di balik hubungan tersebut masih bersifat spekulatif.
Utamanya adalah tetap aktif adalah salah satu cara terbaik untuk tetap sehat, sehingga dapat dikatakan bahwa mereka yang tetap bugar memiliki risiko lebih kecil terhadap berbagai kondisi umum.
Di sisi lain, kondisi kesehatan yang meningkatkan kemungkinan membutuhkan waktu istirahat mungkin juga membuat siklus harian menjadi lebih sulit bagi sebagian orang.
Bersepeda Lebih Sehat dari Jalan Kaki
Para peneliti juga menemukan bukti bersepeda lebih baik daripada berjalan kaki dalam mengurangi hari sakit.
Namun perbedaannya hanya tampak pada mereka yang melakukan perjalanan paling jauh dengan sepeda. Ada kemungkinan bahwa berjalan kaki tidak membuat tubuh bekerja cukup keras, atau orang yang sering bersepeda ke tempat kerja memiliki keuntungan lain yaitu mereka lebih jarang sakit.
“Selain jumlah kilometer aktif mingguan yang biasanya lebih rendah di kalangan pejalan kaki, intensitas berjalan kaki mungkin tidak mencukupi,” tulis para peneliti.
Hal ini menunjukkan bahwa berjalan dengan kecepatan lebih tinggi mungkin lebih penting daripada frekuensi berjalan kaki.
Bersepeda tidak akan menjadi pilihan bagi semua orang dan dapat menimbulkan stres di daerah perkotaan. Namun hal ini dapat berarti Anda lebih sering berangkat kerja, sekaligus membantu mengurangi emisi dari bentuk perjalanan lainnya.
“Hasil penelitian ini memberikan alasan tambahan untuk mendorong dan berinvestasi dalam gaya komuter aktif, dan khususnya komuter dengan sepeda,” ucap Jenni Evarsti.