Kenapa Kita Tidak Lupa Cara Naik Sepeda?
Banyak orang tak lupa cara naik sepeda walau lama tak mengendarainya. Kenapa bisa begitu?
Saat masih anak-anak, bersepeda jadi kegiatan yang mungkin rutin dilakukan setiap hari. Tak sedikit kemudian yang menjadikannya hobi atau olahraga serius saat dewasa. Menariknya, bagi yang lama tak bersepeda, biasa tak sampai lupa cara menaikinya kembali. Kenapa bisa begitu?
Masuk Memori Prosedural
Mengendarai sepeda ternyata sebuah keterampilan atau pola gerakan yang dipelajari. Ahli saraf menyebutnya sebagai memori prosedural atau memori otot.
Nah, memori otot ini termasuk jenis ingatan jangka panjang yang tidak disadari.
Seseorang dapat mengingat sesuatu tanpa harus berpikir, tak memiliki kesadaran langsung, tetapi dalam kondisi sadar saat melakukannya dengan memori otot ini.
Ada banyak keterampilan lain yang terekam dalam memori otot, seperti mengikat tali sepatu hingga mengendarai mobil.
Memori Prosedural Sulit Dilupakan
Memori prosedural berkaitan dengan tempat penyimpanan di otak. Area tersebut relatif terlindungi, sehingga tak terdampak pada pengaturan ulang memori.
Studi di Harvard melaporkan jika pria yang bersepeda lebih dari 3 jam seminggu, berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi. Ini karena bersepeda dalam waktu lama dapat merusak saraf dan menekan arteri di penis.
Bersepeda Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi?
Bersepeda Bisa Turunkan Berat Badan
Biar efektif, bersepedalah dengan cepat selama 30-60 detik sekali putaran. Kemudian, bersepeda santai selama 2-3 menit. Ulangi pola tersebut selama 20-30 menit. Bukan hanya banyak kalori yang terbakar, tetapi juga meningkatkan kebugaran kardio dan menghilangkan lemak.
Bagi yang sering bersepeda mungkin pernah mengalami kondisi jari manis dan kelingking tidak nyaman. Kondisi ini disebut Cyclist's Palsy di mana ulnar nerve atau saraf pada kelingking dan jari manis tertekan karena kelamaan pegang handle bar.