Mata Dedi Mulyadi Berkaca-kaca Mendengar Kisah Duka Gubernur Cantik Sherly Tjoanda Ditinggal Suami untuk Selamanya
Begini cerita Gubernur cantik yang bikin Dedi Mulyadi berkaca-kaca.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos menceritakan kisah hidupnya pasca ditinggal mati sang suami, Benny Laos akibat kecelakaan perahu cepat pada 12 Oktober 2024 lalu.
Saat berkunjung ke Lembur Pakuan, Subang, untuk bertemu Dedi Mulyadi pada Minggu (8/6) lalu, Sherly menceritakan saat ia menyaksikan sang suami mengembuskan napas terakhir.
Sherly juga menceritakan bagaimana menghadapi hari-hari kelabunya saat ditinggal mati suami.
Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi lantas nampak berkaca-kaca menahan air mata haru karena ujian yang dihadapi sosok wanita kelahiran Ambon tersebut.
Ikhlas Ditinggal Suami
Sherly mengaku ikhlas ditinggal pergi sang suami untuk selamanya. Meski awalnya berat, ia tetap berusaha tegar dan terus berdoa memohon kekuatan untuk melewati masa-masa sulit tersebut.
"Pertama, berdoa ya Ikhlas, ikhlas saya belajar ikhlas menerima dari hari kedua, dari hari pertama malamnya saya tidur berdoa Tuhan saya enggak ngerti tapi berikan aku hikmat buat mengerti."
"Entah kenapa hari kedua bangun tidak sesakit hari pertama terus berjalan dengan waktu, pelan-pelan menerima bahwa hidup ini pada awalnya juga bukan milik saya. Bahwa hidup suami saya juga bukan milik dia Apapun yang Tuhan berikan yang terbaik, saya ikhlas menerima," kata Sherly.
Ceritakan Detik-detik Terakhir Sang Suami
Sherly menceritakan saat terakhir suaminya sebelum mengembuskan napas terakhir. Pada saat itu, ia tidak mampu berbuat banyak karena keterbatasan akses bantuan dan fasilitas di rumah sakit.
"Saya mau minta tolong pun gak bisa. Apa yang kita miliki akhirnya tidak bisa didapatkan. Bahkan pesawat SOS dari Singapura sudah standby mau datang ngejemput suami Airport gak ada. Saya cuma bisa melihat almarhum itu pelan-pelan napasnya hilang," jelasnya.
Sherly akhirnya merasakan betapa pedihnya ditinggal orang yang paling disayang untuk selamanya. Ia pun merasakan warganya yang harus kehilangan nyawa orang terdekat karena terbatasnya fasilitas di rumah sakit.
"Ternyata masyarakat di situ kan setiap hari ngerasain yang saya rasain. Ditinggal orang yang mereka sayangi hanya karena fasilitas rumah sakitnya kurang memadai," ucapnya.
Menurutnya, cobaan itu diberikan Tuhan kepadanya agar sadar dengan kondisi yang dialami masyarakat di sekitarnya.
"Mungkin Tuhan izinkan saya ngerasain ini supaya saya tuh inget dan membangun daerah ini lebih baik. Karena sebenarnya ngerasain seperti saya ini banyak banget ribuan orang setiap hari ngerasain."
"Tapi kemudian mereka gak bisa minta tolong kemana-mana dan udah puluhan tahun seperti itu dari generasi ke generasi. Makanya ketika saya jadi dan kemudian kan saya mendampingi almarhum jalan, saya melihat banyak cerita bahwa ya emang kita di sana tuh hidupnya agak sulit ya," jelasnya.
Warisi Semangat Suami untuk Membangun Maluku Utara
Sherly mengatakan bahwa apa yang ia lakukan sekarang selaras dengan cita-cita sang suami. Menurutnya, cita-citanya saat ini harus diberikan sepenuhnya kepada masyarakat.
"Saya selama ini tujuan hidupnya mendampingi cita-cita suami. Terus ketika suaminya gak ada saya bingung mau ngapain. Mendampingi rakyat sekarang,"
Selama kampanye, ia pun selalu berpedoman pada prinsip suaminya. Hal itu yang juga dilakukan oleh anak-anaknya dan menjadi dukungan moral baginya hingga menjadi Gubernur.
"Saya juga harus kuat supaya anak-anak melihat bahwa saya juga harus kuat kan. Kemudian anak-anakku juga tiba-tiba menjadi kuat. Ikut kampanye di mobil bareng."
"Karena kata anakku papi punya semuanya kita gak bisa balas Papi tinggalkan banyak hal buat kita Dia selalu merasa bahwa papinya fokus banget untuk Maluku Utara selama ini," tambahnya.
Sosok Sherly Tjoanda Laos
Sherly Tjoanda Laos merupakan seorang politikus yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Maluku sejak 20 Februari 2025 lalu.
Sherly dikenal dekat dengan kegiatan sosial termasuk menjabat Ketua Yayasan Bela Peduli, yang bergerak dalam pemberian bantuan bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
Ia juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara, yang berperan dalam pengembangan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
Pada 12 Oktober 2024, Benny Laos mengalami kecelakaan perahu cepat dan mengembuskan napas terakhir. Delapan partai pengusungnya sepakat untuk menggantikan posisinya dengan Shrely sebagai calon Gubernur Maluku Utara.
Sherly akhirnya terpilih dan saat ini memegang amanah menjadi pemimpin di Provinsi Maluku Utara meneruskan sang suami.