Kasal dan Jenderal AL Turun Tangan, Pasukan Tegas 'Obrak Abrik' Pagar Laut Tangerang Rugikan Nelayan
Berikut instruksi tegas Kasal dan Jenderal Angkatan Laut 'obrak abrik' pagar laut Tangerang.
Publik beberapa waktu belakanga dikejutkan dengan adanya pagar laut di pesisir utara Kabupaten Tangerang. Hal ini lantaran keberadaan pagar laut dianggap tidak memiliki izin resmi.
Selain itu, keberadaannya juga dianggap berada di wilayah yang seharusnya digunakan untuk perikanan tangkap dan pengelolaan energi. Tidak heran apabila keberadaan pagar laut tersebut menimbulkan polemik.
Akan tetapi, polemik tentang pagar laut ini akhirnya menemukan titik terang. Terbaru, Kasal dan Jenderal Angkatan Laut memberikan instruksi tegas kepada pasukannya untuk 'obrak abrik' pagar laut Tangerang.
Instruksi tersebut diberikan usai melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Lantas bagaimana instruksi tegas Kasal dan Jenderal Angkatan Laut 'obrak abrik' pagar laut Tangerang itu?
Melansir dari akun Instagram tni_angkatan_laut, Selasa (21/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Kasal & Jenderal AL Bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama sejumlah pejabat tinggi TNI AL melaksanakan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Bapak Sakti Wahyu Trenggono pada Senin (20/1) di Kantor KKP Jakarta.
Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas isu nasional tentang keberadaan pagar laut yang tengah menjadi perbincangan panas masyarakat luas.
Sebagaimana diketahui, keberadaan pagar bambu di Laut Tangerang pertama kali terungkap pada bulan September 2024. Pagar ini membentang sepanjang 30,16 kilometer di sepanjang pesisir dan mencakup enam kecamatan.
Panjang 30,16 km tersebut meliputi 16 desa yang tersebar di enam kecamatan, dengan rincian tiga desa di Kecamatan Kronjo, tiga desa di Kecamatan Kemiri, empat desa di Kecamatan Mauk, satu desa di Kecamatan Sukadiri, tiga desa di Kecamatan Pakuhaji, dan dua desa di Kecamatan Teluknaga.
Menteri KKP Gandeng TNI AL
TNI Angkatan Laut dan KKP bersepakat mengatasi permasalahan pagar laut yang mengganggu aktivitas nelayan setempat untuk mencari nafkah.
"Kita berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan jajaran, dalam rangka mengevaluasi yang tengah ramai isu pagar laut. Kita beri batasan waktu sampai dengan besok Rabu pagi (22 Januari 2025), kita akan rapat, lalu siangnya akan kita lakukan pembongkaran," ucap Menteri KKP RI.
Senada dengan itu, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali juga mengatakan pertemuan ini guna membahas keberadaan pagar laut yang menjadi polemik. Selain itu, pertemuan juga mengevaluasi cara aman, baik, cepat dan praktis untuk mempercepat membantu kesulitan nelayan.
"Pagi ini kami bersama Pak Menteri dan Wamen, kita evaluasi, cara yang baik, aman, cepat dan praktis, untuk mempercepat dalam membantu kesulitan nelayan. Sesuai instruksi Presiden RI, TNI harus bisa membantu kesulitan rakyat," ungkap Laksamana TNI Muhammad Ali.
TNI AL 'Obrak Abrik' Pagar Laut Tangerang
foto: merdeka.com/ arie basuki merdeka.com/arie basuki
Sebelumnya, pada Sabtu 18 Januari lalu, TNI AL bersama masyarakat nelayan melaksanakan pembongkaran pagar laut di perairan pesisir Kabupaten Tangerang Banten.
Pembongkaran ini dilakukan karena keberadaan pagar laut dirasakan langsung dan sangat merugikan bagi nelayan di wilayah tersebut.
Bahkan, pembogkaran pagar laut juga atas instruksi langsung dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam proses pembongkaran, prajurit TNI AL dan para nelayan telah berhasil membongkar pagar laut sepanjang lebih dari 2 Km dari 30,16 Km dalam kurun waktu 1 hari.
Dengan adanya pembongkaran pagar laut, mampu memberikan akses berlayar bagi nelayan di pesisir Tangerang.