Kanopi Pesawat Terbuka & Pecah saat Terbang, Pilot Wanita Tertiup Angin di Kecepatan 300 Km/jam Tapi Bisa Mendarat Selamat
Dalam rekaman video terlihat Wanita cantik itu sedang berada di Udara menerbangkan pesawatnya seorang diri.
Dalam rekaman video terlihat wanita cantik itu sedang berada di udara menerbangkan pesawatnya seorang diri.
Kanopi Pesawat Terbuka & Pecah saat Terbang, Pilot Wanita Tertiup Angin di Kecepatan 300 Km/jam Tapi Bisa Mendarat Selamat
Narine Melkumjan, seorang pilot Belanda sukses menjadi perhatian publik. Sebabnya, saat tengah menerbangkan pesawat ringan Extra 330-LX di Udara tiba-tiba kanopi pesawatnya terbuka dan pecah.
Dia kemudian membagikan video yang merekam detik-detik menegangkan itu di akun X @NarineMelkumjan miliknya.
Video tersebut langsung viral dan diunggah ulang di sejumlah media sosial di sejumlah negara.
Dalam rekaman video terlihat wanita cantik itu sedang berada di udara menerbangkan pesawatnya seorang diri.
Saat dia mulai bermanuver memiringkan pesawat, tiba-tiba kanopi yang menjaganya dari embusan angin yang kencang terbuka dan pecah.
Dia sempat terlihat kaget dan berusaha untuk menutup kembali kanopi tersebut tapi tak bisa dilakukan. Tubuhnya langsung terlihat terkena kencangnya embusan angin.
Meski begitu Narine Melkumjan tidak terlihat panik.
Padahal matanya yang tanpa pelindung terlihat sulit melihat karena kencangnya angin di kecepatan pesawat yang mencapai 300 km/jam itu.
Dia kemudian berusaha kembali ke bandara dan mendaratkan pesawatnya dengan selamat. Dalam akun X miliknya, Narine Melkumjan menjelaskan kejadian yang dialaminya itu.
"*HARAP DIPERHATIKAN SAAT MENONTON. PADA TANDA MENIT 2:17 REKAMAN VIDEO MENJADI LEBIH INTENS*. Beberapa tahun yang lalu selama penerbangan latihan aerobatik saya yang kedua pada hari itu, pada suatu hari musim panas yang sangat terik, kanopi Extra 330LX yang saya terbangkan terbuka dalam penerbangan dan pecah,"
tulisnya di akun X miliknya.
Menurutnya peristiwa itu adalah pengalaman menantang yang sebenarnya bisa dihindari jika dirinya melakukan pemeriksaan visual dengan benar sebelum lepas landas.
"Pin pengunci kanopi tidak pernah masuk ke posisi terkunci, dan saya tidak menyadarinya selama pemeriksaan. Saya juga melakukan kesalahan dengan pergi ke kamp pelatihan segera setelah pulih dari COVID, tanpa memberikan cukup waktu bagi tubuh saya untuk mendapatkan kembali kekuatan sepenuhnya," tulisnya.
"Butuh waktu hampir 28 jam untuk memulihkan penglihatan saya sepenuhnya. Secara aerodinamis, saya telah mengalami beberapa tantangan prasmanan dan pengendalian. Mungkin bagian tersulitnya adalah mempertahankan tenaga, sehingga menukar penglihatan dan pernapasan saya dengan energi kinetik," tulisnya.
Dia mengaku saat kejadian sulit mendengar yang diarahkan oleh pelatih lewat radio.
Sebab, suara bising angin sangat luar biasa.
Meski begitu dia mengaku mendengar dengan keras dan jelas arahan dari pelatih yakni "teruslah terbang".
"Jika Anda seorang pilot yang menonton ini, saya harap cerita saya dapat menjadi kisah peringatan dan Anda akan belajar dari kesalahan saya. Saya menyesal butuh waktu lama untuk membagikan rekaman video ini," tulisnya.
"Tidak mudah untuk mengungkapkan kelemahan saya agar Anda semua dapat melihatnya. Namun, saya menyadari betapa pentingnya bersikap transparan tentang kekurangan kita dan pelajaran yang kita dapat selama ini. Kepada semua rekan pilot di luar sana, terbanglah dengan selamat,"
tulisnya penutup postingannya di akun X miliknya.