Penembakan Pilot dan Kopilot Smart Air, Pelaku Diduga KKB Batalion Kanibal dan Semut Merah Pimpinan Elkius Kobak

KKB Batalion Kanibal yang menyerang pilot dan kopilot Smart Air berlokasi di Kabupaten Yahukimo, yang berbatasan langsung dengan Korowai Batu.

Katharina Janur
Oleh Katharina Janur - Reporter
Penembakan Pilot dan Kopilot Smart Air, Pelaku Diduga KKB Batalion Kanibal dan Semut Merah Pimpinan Elkius Kobak
Jenazah pilot dan co pilot yang dievakuasi Kamis pagi (12/2/2026)/ Katharina Janur/Liputan6.com (© 2026 Liputan6.com)

Polisi meyakini bahwa pelaku penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Bandara Korowai Batu berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dikenal dengan nama Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah. Kelompok ini dipimpin oleh Elkius Kobak dan beroperasi dari markas mereka di Kabupaten Yahukimo, yang berbatasan langsung dengan Korowai Batu.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa pihak aparat terus melaksanakan pencarian terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

"Situasi terus dipantau dan aparat gabungan memastikan Korowai kembali tenang," kata Faizal, Kamis (12/2).

Faizal juga menambahkan bahwa di daerah pedalaman yang aksesnya terbatas dan fasilitasnya sederhana, tindakan cepat yang diambil hari ini menunjukkan bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi prioritas utama.

"Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lebih lanjut juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk memperkuat pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital bagi masyarakat pedalaman," ujar Faizal.

Pada Rabu (11/2), pesawat Smart Air dengan registrasi PK-SNR diserang oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. Akibat insiden tersebut, pilot dan kopilot pesawat dinyatakan tewas.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan kronologi penembakan yang menimpa maskapai Smart Air. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pesawat tersebut lepas landas dari Bandar Udara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT dan mendarat di Bandara Koroway Batu pada pukul 11.05 WIT.

"Sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan," ungkap Lukman dalam pernyataannya kepada Liputan6.com.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menambahkan bahwa akibat dari penembakan tersebut, pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro bersama 13 penumpang lainnya melarikan diri ke hutan di sekitar lapangan terbang.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, menjelaskan bahwa pilot dan kopilot berusaha bersembunyi dari para pelaku. Namun, keduanya akhirnya tertangkap dan dibawa keluar dari hutan, lalu ditembak hingga meninggal.

"Pilot dan kopilot dikejar pelaku, dibawa keluar dari hutan dan kembali ke lapangan terbang, lalu dihabisi di sana. Keduanya meninggal di tempat," ujar Cahyo.

Setelah kejadian, pesawat Smart Air masih berada di landasan pacu Bandara Korowai Batu. "Kami belum bisa memastikan kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas serangan ini dan masih menunggu penyelidikan lanjut di lapangan," tutup Cahyo.

Dalam insiden yang melibatkan pesawat Smart Air PK-SNR, terdapat dua orang awak yang terdiri dari Egon Irawan sebagai pilot dan Baskoro sebagai kopilot. Selain itu, pesawat tersebut juga mengangkut 13 penumpang, yaitu: Yance Bemanop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Anak Kimis, Dualima Kogoya, Imantinus Kahipka, Irvan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialka, Topius Kogoya, dan Tialongga Kogoya.

Insiden ini menciptakan kekhawatiran di kalangan penumpang dan awak pesawat. Dengan adanya laporan mengenai identitas awak dan penumpang, diharapkan pihak berwenang dapat melakukan investigasi yang menyeluruh.

"Berikut identitas pilot dan kopilot Smart Air PK-SNR: Egon Irawan (pilot), Baskoro (kopilot)," tulis laporan resmi.

Masyarakat pun menunggu informasi lebih lanjut mengenai situasi ini dan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.

Rekomendasi