Israel Tuntut Hamas Lucuti Senjata, Warga Gaza Sambil Gendong Jenazah Anaknya Beri Pesan Menohok
Pesan haru ayah di Gaza minta Hamas tidak turuti keinginan Israel demi gencatan senjata.
Momen mengharukan belum lama ini beredar di media sosial saat seorang warga asal Gaza menggendong jenazah anaknya yang tewas akibat serangan udara Israel.
Dengan diselimuti rasa duka yang mendalam, ia masih tetap menuntut agar Hamas tidak mengikuti keinginan Israel untuk melucuti senjatanya dengan dalih gencatan senjata.
Menurutnya, perlawanan harus terus dilakukan sebagai bagian dari hak anak-anak Gaza yang tewas akibat kebrutalan Israel.
Seperti apa pesan yang disampaikan pria malang tersebut? Dikutip dari akun X @warfareanalysis, Rabu (16/4) berikut informasi selengkapnya.
Pesan Menohok Ayah Gaza, Gendong Jenazah Anak
Seorang ayah asal Gaza tak kuasa menutupi kesedihannya saat melihat anak kesayangannya tewas akibat serangan militer Israel.
Menurut informasi, anaknya tewas akibat serangan udara Israel di Gaza yang menyasar wilayah permukiman sipil.
Sembari menggendong jenazah anaknya, ia sempat memberikan pesan mendalam kepada Israel dan meminta agar Hamas tidak mudah melucuti senjata.
“Pesan dari kami untuk perlawanan: berhati-hatilah dalam menyerahkan (senjata), berhati-hatilah dalam menyerahkan setetes darah yang tertumpah di tanah ini," ucapnya.
Warga Gaza itu juga meyakini bahwa seburuk apapun kondisinya, mereka tidak akan menyerahkan hak-hak anaknya untuk Israel. Ia juga yakin bahwa penderitaan mereka akan segera berakhir pada 7 Oktober tahun ini.
"Kami menginginkan hak-hak anak-anak kami; hak-hak anak-anak kami tidak akan hilang. Wallah, Wallah, Wallah, kita akan merayakan 7 Oktober lagi. Wallah, kita akan membebaskan Palestina dari sungai hingga laut. Kita tidak akan menyerahkan hak-hak anak-anak kita,” pungkasnya.
Israel Paksa Hamas Lucuti Senjata
Melansir dari Al Jazeera, proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan Israel kepada Hamas nampaknya kembali menemui jalan buntu.
Dalam proposal itu, Israel mencantumkan tuntutan baru bagi Hamas untuk melucuti senjata dengan imbalan penghentian sementara serangan di wilayah Palestina.
Israel mengeluarkan proposal terbarunya kepada mediator Mesir dan Qatar pada hari Senin (14/4) dengan tawaran gencatan senjata sementara selama 45 hari dengan imbalan Hamas membebaskan 11 tawanan Israel yang masih ditahan di Gaza.
Lewat keterangannya, Hamas mengatakan masih terus meninjau proposal terbaru Israel dan akan menanggapinya "secepat mungkin".
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan sebelum merilis pernyataan resmi bahwa Hamas tidak akan menerima tuntutan apa pun untuk melucuti senjata, dengan mengatakan bahwa "selama ada pendudukan, perlawanan akan terus berlanjut".
"Permintaan untuk melucuti senjata Hamas bahkan tidak dapat diterima untuk didengar. Ini bukan hanya garis merah, ini adalah sejuta garis merah."
“Semua orang harus memahami bahwa ini hanyalah mimpi – khayalan belaka. Itu tidak dapat dicapai," kata Abu Zuhri.
Hamas bersikeras agar Israel hanya berkomitmen untuk mengakhiri perang dan menarik pasukannya dari Gaza. Sebagai balasan, Hamas menawarkan untuk menyerahkan semua tawanan yang tersisa dalam satu kelompok.
Proposal Gencatan Senjata Sulit Terwujud
Proposal Israel terbaru terhadap Hamas disebut sulit untuk terwujud setelah Israel secara terbuka menguraikan rencana untuk mengusir warga Palestina secara paksa dari Gaza.
"Sementara warga Palestina mendengarkan Israel berbicara tentang pembersihan etnis di daerah kantong penduduk Palestina, membentuk departemen di Kementerian Pertahanan untuk mencapai tujuan itu, sulit untuk melihat kelompok Palestina mana pun berbicara tentang meletakkan senjata tanpa adanya cakrawala politik."
"Jadi untuk saat ini, Hamas mengatakan senjata, masalah pelucutan senjata, adalah garis merah, dan tidak ada cara untuk membicarakannya tanpa membicarakan tentang berakhirnya perang," kata koresponden Al Jazeera, Nour Odeh.
Hasil perundingan terakhir yang diadakan di Kairo pada hari Senin berakhir tanpa ada kepastian menuju penghentian perang secara permanen.
Sejauh ini, serangan terus meningkat sejak Israel menghentikan gencatan senjata di Gaza pada tanggal 18 Maret menyusul kesepakatan yang dicapai dengan Hamas pada akhir Januari.
Sejak memulai kembali perang, Israel telah menewaskan lebih dari 1.500 warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 50.983 warga Palestina dipastikan tewas dan 116.274 terluka dalam perang Israel di Gaza.