Desingan Pelurunya Sampai Terlihat Mata, ini Video Tentara Israel Menembaki Kerumunan Warga Gaza saat Menunggu Bantuan

Sebuah rekaman video mendokumentasikan penembakan langsung terhadap warga sipil di dekat pusat bantuan kemanusiaan Gaza.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Desingan Pelurunya Sampai Terlihat Mata, ini Video Tentara Israel Menembaki Kerumunan Warga Gaza saat Menunggu Bantuan
Warga Palestina membawa sekantong tepung di luar gudang Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Jalan Al-Jalaa, Kota Gaza, Jalur Gaza utara, Sabtu (12/07/2025) waktu setempat. (AFP/ Omar Al-Qattaa)

Peristiwa itu terjadi saat ribuan warga sedang mengantre bantuan di dekat pusat bantuan yang dioperasikan oleh organisasi "Gaza" di bawah pengawasan Amerika dan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Mengutip dari unggahan akun Instagram @eye.on.palestine, Selasa (15/7) terekam detik-detik peluru zionis jatuh ke tanah hingga menimbulkan kepanikan di tengah kerumunan warga.

Terlihat beberapa warga secara spontan tiarap agar tidak terkena peluru yang menyasar ke tengah kerumunan.

Teriakan panik dari anak-anak dan wanita juga membuat suasana semakin mencekam. Apalagi, mereka saling berdesakan sehingga nyaris tidak ada kesempatan untuk melarikan diri.

Video itu pun langsung mendapat beragam reaksi dari netizen via kolom komentar unggahan.

"Buktinya ada dan bisa dilihat oleh seluruh dunia 😢," tulis akun @yasssminjay

"Ya Rabb tolong lindungi Palestina," tulis akun @hermanbudianto73

"Berapa banyak keluarga yang harus dihapus sebelum nyawa kita dihitung? Ini bukan sekadar pemandangan sesaat... ini kenyataan kita. 💔," tulis akun @ibrahimgaza97

"Kurasa ini belum cukup bukti. Terlalu manusiawi untuk Angkatan Darat yang paling bermoral," tulis akun @sarahdismael

798 Warga Palestina Tewas Antre Bantuan Kemanusiaan

Laporan dari Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Jumat (11/7) menyebutkan ada sekitar 798 warga Palestina terbunuh oleh militer zionis saat mengakses bantuan kemanusiaan di Gaza sejak Mei 2025.

Juru bicara kantor OHCHR dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan sekitar 615 korban di antaranya terbunuh di sekitar pusat distribusi bantuan yang dioperasikan Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak 27 Mei. Sisanya ada 183 lainnya terbunuh di sepanjang rute konvoi bantuan.

Pada awal Juli ini sebanyak 169 organisasi kemanusiaan menyerukan diakhirinya sistem distribusi bantuan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza.

Beragam laporan terkait kondisi warga Palestina yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel saat menunggu bantuan di dekat lokasi yayasan tersebut menjadi perhatian organisasi itu.

Muncul beragam desakan agar pendistibusian bantuan kembali ke mekanisme yang dipimpin PBB, yang beroperasi di Gaza hingga Maret, ketika Israel memperketat blokadenya di wilayah tersebut.

Bantuan kemanusiaan ke Gaza mulai diizinkan masuk secara bertahap sejak akhir Mei, namun didistribusikan melalui yayasan tersebut.

Banyak kelompok bantuan internasional menolak bekerja sama karena hubungannya dengan otoritas Israel.

FOTO: Kekejian Israel, Sedikinya 63 Warga Gaza tewas Ditembak Saat Menunggu Truk Bahan Makanan
Sedikitnya 63 warga Gaza Palestina tewas dan 200 lainnya luka-luka setelah aksi penembakan yang dilakukan militer Israel di Khan Younis, Gaza, Selasa, (17/06/2025). AFP

Pancing dengan Bantuan Kemanusiaan Lalu Tembak Warga Gaza

Aksi beringas tentara Israel terhadap warga Gaza yang mengantre bantuan kemanusiaan juga pernah terjadi pada Mei lalu.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa di kota Rafah, Gaza selatan, di bawah panas terik dan ancaman keamanan yang tinggi.

Warga menyerbu lokasi distribusi yang dijaga ketat, mencoba mendapatkan paket bantuan dari GHF, organisasi yang baru-baru ini dibentuk dan didukung oleh Israel dan Amerika Serikat.

Suasana semakin kacau oleh dentuman tembakan dan suara helikopter militer Israel yang berputar-putar di atas kepala.

Namun demikian, para penerima bantuan, yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, nekat menerobos pagar demi membawa pulang makanan untuk keluarga mereka.

Otoritas di Gaza menyatakan beberapa warga masih dinyatakan hilang, dan insiden itu menambah panjang daftar penderitaan yang dialami penduduk akibat pemboman tanpa henti dan pembatasan masuknya bantuan.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang mendekati lokasi distribusi.

“Pasukan pendudukan, yang ditempatkan di dalam atau di sekitar wilayah tersebut, melepaskan tembakan langsung ke warga sipil yang kelaparan yang dipancing ke lokasi tersebut dengan dalih menerima bantuan... memberikan bukti yang tak terbantahkan tentang kegagalan total pendudukan Israel dalam mengelola bencana kemanusiaan yang sengaja diciptakannya,” bunyi pernyataan resmi.

“Apa yang terjadi hari ini di Rafah adalah pembantaian yang disengaja dan kejahatan perang yang dilakukan dengan kejam terhadap warga sipil yang telah dilemahkan oleh lebih dari 90 hari kelaparan akibat pengepungan.”

Rekomendasi