Israel Makin Sadis, Lokasi Bantuan Hingga Sekolah Dibombardir
Israel semakin sadis bombardir lokasi bantuan hingga sekolah warga Gaza Palestina. Berikut informasi selengkapnya.
Israel kembali membombardir Gaza, Palestina. Pasukan Zionis kali ini semakin sadis. Bagaimana tidak, mereka dengan tega mengebom sebuah kafe, sekolah hingga lokasi distribusi makanan di Gaza.
Alhasil puluhan warga sipil Gaza pun tewas akibat serangan mematikan tersebut. Bahkan, militer Israel juga menyerang sebuah rumah sakit hingga melukai beberapa orang.
Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari Al Jazeera, Selasa (1/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Israel Bom Kafe di Gaza Utara
Israel kembali meluncurkan serangan mematikan. Mereka mengebom sebuah kafe tepi pantai, kafetaria Al-Baqa, di Kota Gaza utara. Pengeboman tersebut meratakan kafe dan meninggalkan kawah besar di tanah.
Kafe ini sendiri merupakan satu-satunya kafe yang memiliki Wifi di Palestina. Tidak heran apabila kafe tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat. Bukan hanya warga Gaza saja, namun juga para jurnalis yang berada di sana untuk meliput genosida yang dilakukan oleh Israel.
Akibat serangan pasukan Zionis, setidaknya puluhan orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Di antara korban tewas, di antaranya jurnalis yang saat serangan terjadi mereka sedang bekerja yakni Ismail Abu Hatab dan Omar Zaino.
Selain itu, banyak para wanita dan anak-anak yang sedang berkumpul di kafe tersebut turut menjadi korban tewas.
Seorang saksi mengatakan bahwa jet tempur Israel melakukan serangan itu.
"Kami menemukan orang-orang tercabik-cabik," kata Yahya Sharif.
"Tempat ini tidak berafiliasi dengan siapa pun – tidak ada politik dan tidak ada hubungan militer sama sekali. Tempat ini penuh sesak dengan orang-orang termasuk anak-anak yang sedang merayakan ulang tahun," lanjutnya.
Jurnalis dari Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan dari Kota Gaza bahwa serangan terhadap kafe terjadi tanpa peringatan apa pun.
"Daerah ini berfungsi sebagai tempat berlindung bagi banyak orang yang trauma dan terlantar, menawarkan sedikit kelegaan dari panasnya tenda-tenda yang menyesakkan. Noda darah masih ada di mana-mana mengingat intensitas ledakan itu. Beberapa mayat dan potongan daging dikumpulkan dari banjir di tempat ini," ujarnya.
Israel Bom Sekolah dan Lokasi Distribusi Bantuan Makanan
Pasukan Zionis tampaknya belum puas. Di hari yang sama, mereka melakukan serangan udara terhadap gudang distribusi makanan di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Akibat serangan ini, sedikitnya 13 warga Gaza yang sedang mencoba mendapatkan jatah makanan, tewas.
Selain itu, militer Israel juga mengebom sekolah Yafa di Kota Gaza. Dijelaskan bahwa sekolah ini menampung ratusan warga Palestina yang terlantar.
Hamada Abu Jaradeh, yang melarikan diri sebelum serangan itu, mengatakan bahwa warga Palestina yang terlantar menerima ancaman lima menit untuk mengungsi.
"Kami tidak tahu harus berbuat apa dan ke mana harus pergi. Kami telah dikecewakan oleh seluruh dunia selama lebih dari 630 hari. Kematian selalu bersama kami dan di sekitar kami setiap hari," ungkap Abu Jaradeh.
Serangan udara di Gaza Selatan, juga menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina yang sedang menunggu makanan di pusat distribusi bantuan. Sementara itu, 50 orang terluka dalam serangan ini.
Di mana, pusat distribusi bantuan ini dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial dan didukung Amerika Serikat dan Israel di Khan Younis.
Mereka adalah korban terbaru dalam gelombang pembantaian harian di lokasi-lokasi ini, yang telah menewaskan hampir 600 warga Palestina sejak GHF mengambil alih pengiriman bantuan terbatas di Gaza pada akhir Mei di tengah blokade Israel yang melumpuhkan.
Israel Serang Rumah Sakit
Belum merasa puas, Israel semakin sadis dalam menyerang warga tak bersalah. Di hari yang sama, pasukan Zionis diketahui menyerang halaman Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah. Di mana, rumah sakit ini tempat ribuan keluarga mencari perlindungan.
Dalam video yang beredar dan diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan bagaimana kekacauan di rumah sakit. Orang-orang terlihat berlarian mencari tempat aman sementara itu tenda-tenda yang melindungi keluarga-keluarga yang mengungsi tampak rusak akibat serangan Israel.
Jurnalis dari Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan dari lokasi serangan rumah sakit, tentara tidak mengeluarkan peringatan apa pun sebelum ledakan besar terjadi.
"Lokasi serangan berjarak sekitar 10 meter [33 kaki] dari titik siaran kami. Ini bukan pertama kalinya halaman rumah sakit diserang. Setidaknya 10 kali, fasilitas ini menjadi sasaran pasukan Israel," kata Abu Azzoum.
"Ini adalah konsentrasi serangan yang mengejutkan terhadap fasilitas medis, yang menambah beban lebih lanjut pada rumah sakit yang hampir tidak berfungsi," lanjutnya.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam serangan Israel. Pihaknya menyebut serangan Israel ini sebagai kejahatan sistematis terhadap sistem kesehatan di daerah kantong Palestina tersebut.
"Pesawat tempurnya mengebom sebuah tenda untuk para pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, yang mengakibatkan cedera di lokasi pengeboman, kerusakan material, dan secara langsung mengancam nyawa puluhan pasien," katanya.
Lebih lanjut, dikatakan bahwa Israel telah berulang kali menargetkan puluhan rumah sakit selama perang 22 bulan di Gaza. Kelompok hak asasi manusia dan para ahli yang didukung PBB menuduh Israel secara sistematis menghancurkan sistem perawatan kesehatan di daerah kantong tersebut.