Ketuk Nurani Dunia, Erdogan Tunjukkan Potret Kesengsaraan Warga Gaza Akibat Genosida di Sidang PBB
Untuk mengetuk nurani, Erdogan menunjukkan foto situasi Palestina usai porak poranda digempur Israel.
Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) digunakan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengetuk nurani dunia. Mengecam aksi genosida yang menimpa rakyat Palestina.
Erdogan menyebut di abad ke-21, dunia tengah menyaksikan pembantaian. Bahkan, ribuan rakyat Palestina yang menjadi korban bukan sekedar angka melainkan nyawa manusia.
Untuk mengetuk nurani, Erdogan menunjukkan foto situasi Palestina usai porak poranda digempur Israel.
"Atas nama diri saya pribadi dan bangsa saya, saya menyampaikan salam penuh rasa hormat. Saya berharap Sidang Umum PBB ke-80 ini membawa kebaikan bagi umat manusia. Saya merasa terhormat dapat sekali lagi berbicara di mimbar yang mewakili hati nurani bersama umat manusia ini," kata Erdogan mengawali pidatonya di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat.
"Pada awal pidato saya, izinkan saya menyampaikan bahwa di masa ketika Palestina diakui oleh semakin banyak negara, kita merasa sedih karena Presiden Palestina tidak dapat hadir di tengah kita," kata Erdogan.
Nodai Piagam PBB
Selanjutnya, Erdogan menyinggung semangat Piagam PBB tahun 1945 silam yakni menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Namun, saat ini yang terjadi genosida di Gaza menodai semangat tersebut.
"Di depan mata kita, setiap hari, jumlah korban sipil terus bertambah. Puluhan ribu nyawa telah hilang, termasuk anak-anak. Setiap hari, anak-anak yang tak berdosa direnggut dari kehidupan. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia."
"Di abad ke-21, di dunia yang menyebut dirinya beradab, kita menyaksikan pembantaian. Rumah sakit, sekolah, perpustakaan, masjid, gereja, bahkan pohon zaitun berusia ratusan tahun dihancurkan. Infrastruktur kesehatan telah lumpuh, dokter ditahan atau dibunuh. Anak-anak Gaza harus diamputasi tanpa anestesi," kata Erdogan sambil menunjukkan foto anak Gaza dalam kondisi memprihatinkan.
Ia menyebut saat ini dunia tengah menhadapi titik terendah dalam sejarah kemanusiaan. Genosida tersiar secara langsung di media sosial.
"Hingga kini, lebih dari 250 jurnalis telah dibunuh. Bahkan pekerja PBB yang berusaha memberikan bantuan tidak luput, lebih dari 500 orang terbunuh, termasuk 326 staf PBB," katanya.
Bahkan, Erdogan menyamakan tragedi di Gaza sama seperti terjadi di Holocaust. "Di Gaza, bukan hanya manusia yang dibunuh, tapi juga hewan, lahan pertanian, pohon-pohon, air, rumah, tempat ibadah, dan warisan sejarah dihancurkan. Gaza sedang dimusnahkan."
Israel Lakukan Pemusnahan
Dengan tegas, Erdogan menyebut Israel bukan sedang berperang, melainkan tengah melancarkan misi pemusnahan rakyat.
"Tindakan Israel juga mengancam stabilitas kawasan yang lebih luas, termasuk di Tepi Barat, Yaman, bahkan Qatar. Sudah jelas bahwa pemerintahan Netanyahu tidak berniat membangun perdamaian ataupun membebaskan sandera."
"Agresi Israel semakin memperlihatkan wajah aslinya: bukan hanya mengancam negara-negara tetangga, tetapi juga mengikis nilai-nilai yang lahir setelah Perang Dunia II, termasuk hak asasi manusia, kebebasan pers, demokrasi, kesetaraan, keadilan, serta hak anak dan perempuan," tegas Erdogan.