Saat Dunia Tertuju ke Perang Iran, Israel Makin Gila Membantai Warga Gaza yang Kelaparan & Menyerang Tepi Barat
Israel semakin menggila membantai warga Gaza yang kelaparan dan menyerang Tepi Barat.
Serangan demi serangan yang sedang diterima oleh Israel tampaknya tak membuat mereka berhenti melakukan aksi keji. Terbukti, Ia masih tetap membantai warga Gaza Palestina. Bahkan, mereka justru semakin menggila membantai warga yang kelaparan.
Israel juga semakin gila menyerang Tepi Barat, Palestina. Akibatnya, sejumlah warga Palestina gugur menjadi korban kekejian militer Israel.
Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari Al Jazeera, Jumat (20/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Israel Makin Gila Membantai Warga Gaza
Saat dunia sedang tertuju pada Perang Israel-Iran, kekerasan terhadap warga Palestina justru semakin meningkat di wilayah pendudukan. Pasukan Israel sejak Minggu (15/6) terus membabi buta menyerang warga Palestina.
Dilaporkan pada Minggu (15/6), sedikitnya 17 orang di Gaza Selatan dan Gaza Tengah tewas akibat serangan dari Israel. Pada Senin (16/6), Israel kembali mengirimkan serangan hingga sedikitnya 38 orang tewas. Mirisnya, ke-38 orang ini tewas dengan cara yang sama yaitu saat mereka mencoba mendapatkan makanan dan sebagia besar di Rafah.
Belum puas dengan itu, Israel kembali mengirimkan serangan kejamnya ke warga Gaza. Pada Selasa (17/6), sedikitnya 70 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel. Mereka tewas saat sedang berkumpul di lokasi distribusi bantuan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) di Khan Younis. Menurut para penyintas, mereka ditembak mati oleh pesawat tanpa awak, tembakan senapan mesin dan tank.
Pada Rabu (18/6), sedikitnya 29 warga Palestina dilaporkan tewas. Kemudian pada Kamis (19/6), pasukan Israel kembali menewaskan sedikitnya 16 warga Palestina. Di mana mereka tengah berusaha mati-matian mendapatkan makanan di Gaza.
Yayasan Kemanusiaan Gaza Jadi 'Ring' Kematian
GHF sendiri merupakan badan yang didukung Israel dan Amerika Serikat yang dikelola oleh kontraktor keamanan swasta. Israel mendirikannya pada bulan Mei untuk menggantikan operasi bantuan yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Akan tetapi, puluhan warga Palestina justru telah ditembak mati setidaknya delapan kali di lokasi GHF.
"Hal ini terjadi setiap hari. Ini menjadi rutinitas," kata Yasser al-Banna, seorang jurnalis di Gaza.
"Sekarang Israel telah memulai perang dengan Iran, semua orang di Gaza takut dunia akan melupakan mereka," lanjutnya.
Kekerasan Israel terhadap warga Palestina yang tak berdaya di lokasi GHF pada hari Selasa mengakibatkan jumlah korban tewas tertinggi di lokasi GHF mana pun sejak organisasi kontroversial itu mulai beroperasi bulan lalu. Hal itu telah dicerca karena apa yang disebut oleh para penentang sebagai militerisasi bantuan kemanusiaan.
Akan tetapi, pengepungan Israel di daerah kantong itu telah mendorong warga Palestina untuk membuat pilihan yang mustahil. Menjauh dari kelaparan atau mempertaruhkan nyawa mereka untuk mendapatkan paket makanan.
"Seluruh skema GHF Israel hanyalah cara untuk meningkatkan penghinaan terhadap warga Palestina," ujar Ibrahim Nabeel, seorang petugas medis Palestina yang telah merawat korban serangan GHF.
Blokade Penuh Perbatasan Gaza
Melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera mengatakan serangan terhadap orang-orang di lokasi bantuan telah menjadi "rutinitas harian".
"Lebih dari tiga bulan blokade penuh [Israel] di titik-titik penyeberangan perbatasan telah mengubah Gaza menjadi titik kelaparan di mana orang-orang kehabisan semua jenis pasokan kemanusiaan dan sekarang terpaksa pindah ke pusat-pusat yang ditunjuk untuk mendapatkan kantong-kantong tepung, botol-botol air dan juga kotak-kotak makanan yang, menurut para ahli gizi, mengandung nilai gizi yang rendah," jelas Azzoum.
"Serangan-serangan ini masih berlangsung, mengubah semua koridor kemanusiaan menjadi tempat pembantaian," katanya.
Serangan terhadap pusat distribusi bantuan ini menjadi bukti bahwa situasi d Gaza telah “memburuk”. Saking buruknya, situasi ini memaksa warga Palestina dihadapkan dengan pilihan yang sulit yakni 'mempertaruhkan nyawa mereka demi makanan'.
"Hanya sedikit sekali truk yang datang [ke Gaza] setiap hari dan orang-orang sangat putus asa; mereka terbunuh saat mencoba mengambil apa pun yang ada di truk," papar Hind Khoudary dari Al Jazeera.
Pasukan Serang Tepi Barat
Pasukan Israel tampaknya belum merasa puas. Seiring serangan bertubi-tubi terhadap warga Gaza, pasukan Israel ternyata juga melakukan serangan mematikan di Tepi Barat. Pasukan mereka juga memperketat pendudukannya di Tepi Barat sejak Iran mulai menyerang.
Menurut pakar Israel dan Palestina untuk lembaga pemikir Middle East Council on Global Affairs, Omar Rahman, Ia melihat banyak aktivitas militer di pemukim di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.
"Tidak mungkin untuk pindah dari satu desa atau kota ke kota lain. Pintu masuk ke desa dan kota Palestina telah diblokir oleh pasukan Israel dan jumlah pos pemeriksaan militer telah meningkat," ungkap beberapa warga Palestina.
Selain itu, banyak dari warga Palestina melaporkan bahwa ada krisis bahan bakar besar di seluruh Tepi Barat.
"Sebagian besar impor dasar kami berasal dari Israel dan Israel memprioritaskan masyarakatnya, bukan kami," ujar Murad Jadallah, seorang peneliti hak asasi manusia di Al-Haq, sebuah organisasi lokal yang mengadvokasi hak-hak Palestina.
Sementara itu, Israel terus melakukan penggerebekan mematikan di seluruh Tepi Barat. Menurut kantor berita Palestina Wafa, pasukan Israel menangkap sedikitnya 60 warga Palestina di seluruh Tepi Barat antara Selasa malam dan Rabu pagi.