Doa Terhindar dari Kebakaran Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW, Penting untuk Diamalkan
Berikut bacaan doa terhindar dari kebakaran sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.
Musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan menimpa siapa saja. Kebakaran tidak hanya terjadi akibat bencana alam saja. Kebakaran juga bisa terjadi akibat ulah tangan manusia.
Tidak bisa dipungkiri, kebakaran menjadi salah satu musibah yang sering terjadi di Indonesia. Bahkan, asap dari kebakaran hutan yang pernah dialami Indonesia bisa sampai ke negara tetangga.
Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Kita pun bisa membaca doa terhindar dari kebakaran. Dengan membaca doa tersebut, kita sekaligus meminta perlindungan dan keamanan dari musibah kebakaran kepada Allah SWT.
Lantas bagaimana bacaan doa terhindar dari kebakaran sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW? Melansir dari berbagai sumber, Senin (26/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Doa Terhindar dari Kebakaran
Doa terhindar dari kebakaran ini diambil dari doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Abi Dardak. Bukan hanya untuk kebakaran saja, doa ini juga bisa menjadi amalan agar terhindar dari segala marabahaya. Terlebih jika doa terhindar dari kebakaran ini diamalkan setiap hari.
Adapun doa terhindar dari kebakaran yang dapat diamalkan oleh setiap umat Islam adalah sebagai berikut:
اللهم أنت ربي لا إله الا أنت عليك توكلت وأنت رب العرش العظيم، ماشاء الله كان وما لم يشأ لم يكن لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم، أعلم أن الله على كل شيء قدير، وأن الله قد أحاط بكل شي علماً، اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي، ومن شر كل دابة أنت آخذ بناحيتها، أن ربي على صراط مستقيم
Allaahumma anta robbi laa ilaaha illa anta ‘alaika tawakkaltu wa anta robbul ‘arsyil ‘adhiim. Maasyaa Allahu kaana wamaa lam yasya’ lam yakun. La haula walaa quwaata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim. A’lamu annallahha ‘alaa kulli syaiin qodliir.
Wa innallaha qod ahatho bikulli syai in ‘ilmaa. Allahumma inni a’uudzubika min syarri nafsii wa min syarri kulli daabbtin anta aakhidzu binaa shiyatihaa inna robbii ‘alaa shiroothin mustaqiim.
Artinya:
"Ya Allah engkau tuhanku, tiada tuhan selain engkau, kepada engkau aku berserah diri, engkaulah tuhan ‘Arasy yang besar, apa yang dikehendaki Allah terjadilah dan apa yang tidak dikehendaki oleh Allah tidak akan terjadi, tidak ada daya dan upaya kekuatan hanya dengan Allah yang maha tinggi lagi maha besar.
Aku mengetahui bahwa Allah telah melihat segala sesuatu itu dengan pengetahuannya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu daripada kejahatan diriku dan dari kejahatan segala yang melata di dunia ini. engkau ya Allah yang mengambil dengan pundaknya segalanya. Sesungguhnya tuhanku adalah pada jalan yang lurus."
Doa Terhindar dari Kebakaran Lainnya
Umat Islam juga bisa mengamalkan doa terhindar dari kebakaran satu ini. Doa ini dikatakan tak kalah mujarab dari doa sebelumnya.
Adapun bacaan doa terhindar dari kebakaran lainnya yang dapat diamalkan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً
Allahumma inni a'udzubika minal hadmi, wa a'udzu bika minat-taraddi, wa a'udzubika minal gharqi wal hariqi, wa a'udzu bika an yatakhabbathanisy-syaithanu 'indal mauti, wa a'udzu bika an amuta fî sabilika mudbiran, wa a'udzu bika an amuta ladighan.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang."
Doa Terhindar dari Kebakaran dengan Takbir
Melansir dari NU Online, umat Islam dianjurkan untuk bertakbir saat melihat kebakaran. Sebagaimana diriwayatkan Imam Ibnu Sunni (w. 364 H) di mana ada empat jalur periwayatan yang disampaikan oleh Imam Ibnu Sunni dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah. Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi,
إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيْقَ فَكَبِّرُوا فَإِنَّ التَّكْبِيْرَ يُطْفِئُهُ
Artinya:
"Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah. Sesungguhnya takbir memadamkan kebakaran." (Imam Ibnu Sunni, ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, Beirut: Syirkah Dar al-Arqam bin Abi al-Arqam, 1998, hal. 184-185)