Dedi Mulyadi Beri Bantuan Pasutri Tiga Anak Rp20 Juta, Ada Syarat Penting Harus Dipenuhi 'Tapi KB Dulu Ya'
Satu keluarga di Cirebon diberi bantuan oleh Dedi Mulyadi dengan syarat melakukan KB.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Kabupaten Cirebon untuk bertemu dengan masyarakat Jawa Barat. Di sana, eks Bupati Purwakarta itu berjumpa dengan satu keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan.
Salah satunya adalah satu keluarga yang hidup di sebuah rumah kecil sederhana dan ala kadarnya. Satu keluarga itu dipimpin oleh seorang kepala rumah tangga yang berusia 45 tahun, sedangkan istrinya berusia 35 tahun dan sudah memiliki 3 orang anak.
Mereka diberi bantuan oleh Gubernur berupa aliran listrik dan akan dilanjutkan dengan pemberian lainnya, seperti renovasi rumah dan uang tunai. Namun, sebelum memberi bantuan Dedi memberikan syarat kepada mereka untuk melakukan KB. Simak ulasannya.
Bantuan Dedi Mulyadi
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube pribadi Dedi Mulyadi yaitu KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Di rumah satu keluarga miskin tersebut, Dedi banyak berbincang dengan pemilik rumah yang setiap harinya bekerja sebagai kuli galon.
Menurut penuturan kepala keluarga, ia membangun rumahnya dengan uang hasil dari utang dengan sanak saudara. Selain itu, rumah tersebut juga hanya memiliki satu kamar, sehingga 3 anaknya setiap hari harus tidur di satu kamar yang sama.
“Ini kita nyampaikan, ada 2.700 rumah yang kita aliri listrik tahun ini ya,” ucap Dedi Mulyadi.
Dari keterbatasan hidup yang dialami oleh satu keluarga tersebut, Dedi menawarkan ingin memberikan bantuan lanjutan kepada mereka, tapi dengan satu syarat penting. Syarat itu diberikan untuk menunjang kehidupan mereka agar menjadi lebih baik dan lebih ringan.
Dedi Minta Warganya untuk KB
Satu syarat penting yang diberikan oleh Dedi sebagai syarat penyaluran bantuan adalah KB. Pertama-tama, ia menjelaskan pentingnya KB bagi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan dibantu dengan bupati dan para stafnya.
“KB ini kan sebenarnya, selain istri bisa suami. Banyak pilihannya. Suami di antaranya pakai pengaman,” ucap Dedi.
Dedi menambahkan jika warga juga memiliki hak untuk memilih KB apa yang ingin mereka pakai. Sebab, tujuan KB adalah untuk menahan laju penambahan anak di keluarga yang kesulitan secara ekonomi.
“Mau pilih KB apapun ya dipersilakan. Mau kondom, mau pakai vasektomi, ya dipersilakan, itu hak setiap warga untuk menentukan pilihannya. Semua pilihan itu untuk warga-warga juga,” jelas Dedi.
Beri Bantuan Renovasi Rumah
Dedi kembali menegaskan akan memberikan bantuan kepada warganya asalkan mereka mau mengikuti program pemerintah berupa KB. Bantuan yang diberikan adalah berupa uang tunai untuk merenovasi rumah mereka yang masih belum layak.
“Nah rumahnya mau selesai kan? Tapi KB dulu ya? Mau KB nggak bu?” kata Dedi.
Setelah itu, ketika pasangan suami istri tersebut setuju untuk melakukan KB, Dedi langsung memberikan uang bantuan senilai Rp20 juta agar mereka bisa melunasi utang dan melanjutkan pembangunan rumahnya.
“Ini rumahnya saya beresin dulu. Ini saya kasih Rp20 juta (buat) beresin rumah,” ucap Dedi. “Jadi semua ini diberikan untuk bapak dan ibu sendiri, bukan untuk kita. Utangnya lunasin, sisanya langsung selesaikan rumah,” tegasnya.