Cara Cari Cuan dengan Mudah, Pria Ini Sulap Botol Bekas Jadi Mendulang Rupiah
Begitu kreatif, pria tersebut memanfaatkan botol bekas yang sudah tak lagi terpakai.
Cara Cari Cuan dengan Mudah, Pria Ini Sulap Botol Bekas Jadi Mendulang Rupiah
Seorang pria membagikan ide inspiratifnya dalam menjalankan usaha.
Begitu kreatif, pria tersebut memanfaatkan botol bekas yang sudah tak lagi terpakai. Bak seorang ‘penyulap’, pria ini berhasil mengubah botol yang sudah tak layak pakai menjadi barang mendulang rupiah.
Lantas seperti apa bentuknya? Bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasan berikut ini, Kamis (1/8).
Melansir dari video saluran Youtube Business Inspiration, pria tersebut sengaja mengumpulkan botol-botol kaca bekas sirup yang sudah tak terpakai.
Ia membelinya di tukang rongsok dengan harga Rp500.
“Kalau sudah saya bersihkan, ini bisa dijual di angka Rp10 ribu hingga Rp15 ribuan tergantung dari daerah kalian masing-masing pasarannya berapa,” ucap pria tersebut.
Semua botol yang sudah dikumpulkan dibersihkan mulai dari tutup botol hingga pengait yang terpasang di bagian lobang.
Botol-botol tersebut kemudian direndam dengan menggunakan air selama 1 sampai 2 jam.
“Pakai air sabun lebih bagus. Setelah airnya penuh kita diamkan agar botolnya lebih mudah dibersihkan,” timpal dia.
Proses selanjutnya adalah mengelupas stiker merek yang tertempel pada botol dengan menggunakan kawat cucian. Tak lupa ia menggunakan alat pembersih untuk membersihkan bagian dalam botol dan siap dikeringkan.
Usai semua botol dipasangi alat penutup penuang minyak tersebut maka barang bekas yang sudah tidak layak pakai ini kembali mempunyai nilai jual. Pria itu mengatakan botol-botol tersebut bisa kembali dijual dan dipasarkan dengan harga Rp15 ribu.
Dengan begitu, ia pun sudah berhasil meraih keuntungan yang lumayan.
Ia berharap ide inspiratif ini dapat membantu para masyrakat yang tak memiliki pekerjaan agar tidak menganggur dan tetap bisa menghasilkan.
“Kalau tidak ada kerjaan kita sendiri yang bikin kerjaan itu, jadi waktu tidak terbuang sia-sia. Kita bisa menghasilkan produk dan menghasilkan rupiah,” pungkas dia.