Bukannya Jadi Malaikat Pelindung, Ayah di Palembang Malah Tega Cabuli Putri Kandungnya yang Masih Balita
Bukannya menjadi pelindung, YA (37) justru merusak masa depan putri kandungnya sendiri yang masih berusia empat tahun
Bukannya menjadi pelindung, YA (37) justru merusak masa depan putri kandungnya sendiri yang masih berusia empat tahun, CA. Pria itu diduga telah mencabuli korban saat rumah sepi.
Peristiwa itu bermula ketika pelaku menjemput korban di rumah mantan istrinya di Sako Palembang, Minggu (7/9). Pelaku diketahui memang sering membawa anaknya itu sejak bercerai dengan istrinya.
Ternyata kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk berbuat cabul terhadap putri kandungnya sendiri. Perbuatan tersebut ia lakukan di rumahnya pada hari itu juga.
Kelakuan bejat pelaku terungkap setelah korban mengeluh sakit di alat kemaluannya saat kencing usai dijemput pulang keesokan harinya. Ibu korban, IC (37), penasaran apa yang terjadi dengan anaknya.
Pelan-pelan, IC meminta putrinya bercerita. IC kaget bukan main mendengar pengakuan korban bahwa ia telah dicabuli ayah kandungnya sendiri.
"Saya tidak terima anak saya dibegituin, dia tidak punya otak anak sendiri jadi korban, apalagi masih umur empat tahun," ungkap IC saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (10/9).
IC menyebut mantan suaminya itu memang mengajak anaknya menginap. Dia tidak menaruh curiga dengan sikapnya karena pelaku adalah ayah biologis korban sendiri.
IC berharap pelaku segera diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia tak sudi mantan suaminya itu masih bebas berkeliaran tanpa adanya kepastian hukum.
"Saya tak habis pikir dia melakukannya, sama anak sendiri. Selama ini saya izinkan saja anak saya diajak menginap di rumahnya, ternyata begini kejadiannya," kata IC.
Panit II SPKT Polrestabes Palembang Ipda Erwin mengatakan, laporan sedang ditindaklanjuti penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim dengan memeriksa saksi-saksi. Pelapor juga menyertakan bukti visum sebagai pelengkap laporan.
"Langsung ditindaklanjuti dan mudah-mudahan segera ditangkap," kata Erwin.