Xiaomi 17 Ultra atau Samsung S26 Ultra? Ini Perbandingannya
Xiaomi 17 Ultra menawarkan keunggulan pada kamera dan kapasitas baterai yang besar, sedangkan Galaxy S26 Ultra menonjolkan fitur AI.
Persaingan smartphone flagship semakin ketat pada tahun 2026. Setelah ditunggu-tunggu, Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra resmi diluncurkan sebagai dua perangkat premium teratas tahun ini.
Keduanya menawarkan berbagai peningkatan signifikan, mulai dari desain, performa, fotografi, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin mendalam.
Dengan teknologi terbaru yang disematkan, kedua perangkat ini semakin memperkuat posisinya di segmen flagship.
Pertanyaannya adalah, perangkat mana yang menawarkan kombinasi fitur dan performa terbaik di kelas flagship dan layak untuk dipilih?
Desain
Berdasarkan informasi dari GizmoChina pada Rabu (4/3/2026), Xiaomi untuk pertama kalinya memperkenalkan layar datar pada seri Ultra melalui Xiaomi 17 Ultra.
Ponsel ini memiliki layar berukuran 6,9 inci dengan bazel yang sangat tipis dan desain yang minimalis.
Pada generasi terbaru ini, Xiaomi juga mengecilkan ukuran modul kamera dan menempatkannya lebih tinggi untuk meningkatkan keseimbangan visual.
Selain itu, Xiaomi 17 Ultra merupakan model Ultra tertipis yang pernah mereka buat, dengan ketebalan hanya 8,29 mm.
Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan desain yang lebih ramping dibandingkan pendahulunya, dengan ketebalan hanya 7,9 mm, menjadikannya lebih tipis daripada Xiaomi 17 Ultra.
Perangkat ini juga dilengkapi dengan layar datar 6,9 inci dan fitur Privacy Display yang dapat membatasi sudut pandang layar, sehingga menjaga privasi pengguna di tempat umum.
Layar
Xiaomi 17 Ultra hadir dengan panel LTPO OLED M10 12-bit yang memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 3500 nits, menjadikannya salah satu layar paling terang di kelas flagship saat ini.
Selain itu, Xiaomi juga menyematkan teknologi HyperRGB yang diklaim mampu menyajikan ketajaman resolusi 2K dengan konsumsi daya yang lebih efisien dibandingkan panel 1.5K.
Layar ini mendukung HDR10+ dan Dolby Vision, serta dilindungi oleh Xiaomi Shield Glass 3.0 untuk menjaga keawetan layar.
Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra dilengkapi dengan panel Dynamic AMOLED 10-bit yang mendukung refresh rate adaptif antara 1-120Hz dan juga HDR10+.
Untuk meningkatkan ketahanan layar, perangkat ini telah dilapisi dengan Gorilla Armor 2 yang memberikan perlindungan ekstra terhadap goresan dan benturan.
Meskipun menawarkan kualitas visual yang sangat baik, tingkat kecerahan layar Galaxy S26 Ultra masih di bawah kecerahan yang ditawarkan oleh Xiaomi 17 Ultra.
Performa
Xiaomi dan Samsung keduanya menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun, Samsung menerapkan versi khusus yang disebut Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Chipset ini dirancang untuk meningkatkan performa gaming, memperkuat pemrosesan AI, serta meningkatkan efisiensi daya, menjadikannya unggul di Galaxy S26 Ultra.
Samsung mengkombinasikan chipset ini dengan RAM LPDDR5X yang tersedia dalam kapasitas 12GB atau 16GB, serta berbagai opsi penyimpanan mulai dari 256GB, 512GB, hingga 1TB yang menggunakan teknologi UFS 4.1.
Selain itu, Samsung juga menyematkan vapor chamber terbesar yang pernah ada di lini Galaxy. Sistem ini diklaim mampu menghilangkan panas dengan lebih cepat dan efisien, sehingga menjaga performa tetap stabil saat menjalankan tugas yang berat.
Dengan tambahan material antarmuka termal (TIM) yang telah diperbarui, kinerja termal perangkat ini meningkat hingga 21 persen dibandingkan model sebelumnya.
Di sisi lain, Xiaomi 17 Ultra dilengkapi dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 16GB dan pilihan penyimpanan UFS 4.1 yang tersedia dalam kapasitas 512GB atau 1TB.
Untuk menjaga suhu tetap optimal, Xiaomi menyematkan sistem pendingin 3D Dual-Channel IceLoop.
Teknologi ini memperkenalkan struktur kapiler baru yang diklaim dapat meningkatkan konduktivitas termal hingga 50 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Dengan demikian, performa Xiaomi 17 Ultra tetap terjaga saat digunakan untuk bermain game berat maupun melakukan multitasking yang intensif.
Baterai
Xiaomi 17 Ultra diluncurkan dengan sistem operasi HyperOS 3.0 yang berbasis Android 16. Meskipun perangkat lunak ini menawarkan antarmuka yang bersih dan ringan, fitur AI yang disediakan masih kalah banyak dibandingkan dengan kompetitornya.
Dalam hal dukungan pembaruan, Xiaomi belum mampu menyamai komitmen jangka panjang yang ditawarkan oleh Samsung. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan Android 15 yang dilengkapi One UI 8.5, serta jaminan tujuh generasi pembaruan Android dan tujuh tahun patch keamanan.
Samsung juga memperkenalkan fitur AI seperti Now Nudge yang memberikan saran kontekstual, serta Now Brief yang menyajikan ringkasan informasi secara real-time. Integrasi fitur-fitur ini membuat pengalaman pengguna menjadi lebih personal dan adaptif.
Dari segi daya tahan, baterai Xiaomi 17 Ultra memiliki kapasitas 6.000 mAh, mendukung pengisian kabel 90W dan pengisian nirkabel 50W, serta dilengkapi PPS (Programmable Power Supply) untuk pengisian yang lebih cepat dan efisien.
Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra memiliki baterai berkapasitas 5.000 mAh, yang lebih kecil dibandingkan dengan Xiaomi 17 Ultra.
Galaxy S26 Ultra menawarkan Super Fast Charging 3.0, yang memungkinkan pengisian daya hingga 75% hanya dalam waktu 30 menit dengan charger 60W.
Selain itu, perangkat ini juga mendukung pengisian nirkabel Qi2 25W dan fitur pengisian nirkabel terbalik. Dengan semua fitur tersebut, masing-masing perangkat menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal pengalaman pengguna dan efisiensi daya.
Kamera
Xiaomi 17 Ultra menjalin kerja sama dengan Leica untuk menghadirkan pengalaman fotografi yang setara dengan profesional.
Ditenagai oleh kamera utama Leica Ultra Dynamic 50MP dengan ukuran 1 inci, perangkat ini dilengkapi dengan sensor Light Fusion 1050L.
Sensor tersebut mampu meningkatkan rentang dinamis dan menjaga detail terbaik dalam situasi pencahayaan yang sulit.
Untuk memenuhi kebutuhan zoom, Xiaomi menyematkan kamera telefoto Leica 200MP dengan sensor 1/1,4 inci dan panjang fokus optik 75–100mm, sehingga resolusi tetap terjaga tanpa memerlukan crop digital.
Konfigurasi ini juga mencakup kamera ultra-wide 50MP dengan sudut pandang 115 derajat dan dukungan makro. Selain itu, sertifikasi Leica APO berfungsi untuk mengurangi aberasi kromatik, sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih akurat.
Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra dilengkapi dengan sistem quad-camera yang menawarkan fleksibilitas penggunaan. Sensor utama 200MP memiliki aperture yang lebih lebar, sehingga mendukung kinerja optimal dalam kondisi cahaya rendah.
Perangkat ini juga memiliki sensor ultra-wide 50MP serta dua lensa telefoto: lensa zoom optik 10MP dengan 3x dan lensa periskop 50MP yang mendukung zoom optik hingga 5x.
Samsung juga menambahkan fitur Video Nightography yang ditingkatkan untuk perekaman video dalam kondisi minim cahaya agar lebih jernih. Selain itu, stabilisasi Super Steady yang diperbarui memastikan hasil rekaman genggam yang lebih halus dan bebas guncangan.