Apakah Samsung Galaxy S26 Ultra Bakal Mendukung Pengisian Cepat 60W?
Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi akan mengalami peningkatan besar dalam hal kecepatan pengisian daya, mencapai 60W.
Bocoran dan rumor terbaru mengenai Samsung Galaxy S26 Ultra semakin marak, mencakup tanggal peluncuran, spesifikasi kamera, dan yang terbaru adalah peningkatan kecepatan pengisian daya. Jika informasi ini terbukti benar, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang baterai ponsel flagship tersebut.
Menurut laporan dari Android Authority pada Sabtu (10/1/2026), Galaxy S25 Ultra hanya mendukung pengisian daya kabel dengan kapasitas maksimum 45W.
Namun, ada kabar bahwa Galaxy S26 Ultra akan mendukung pengisian daya hingga 60W. Rumor ini semakin menguat setelah adaptor daya 60W muncul di situs resmi Samsung, meskipun tanpa penjelasan resmi terkait hal tersebut.
Walau begitu, masih belum jelas seberapa besar peningkatan kecepatan pengisian yang akan dirasakan oleh pengguna sehari-hari.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, pembocor informasi ternama Ice Universe membagikan hasil pengujian internal perangkat tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil uji "resmi" menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra mampu mengisi daya dari 0 hingga 75 persen hanya dalam waktu 30 menit.
Namun, informan tersebut menekankan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi yang terkontrol oleh Samsung, bukan dalam penggunaan sehari-hari.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian daya antara lain suhu perangkat, voltase, dan kondisi lingkungan sekitar. Meskipun demikian, bocoran ini tetap memberikan sinyal positif bahwa Samsung telah merencanakan peningkatan signifikan pada sektor baterai Galaxy S26 Ultra.
Samsung Galaxy S26 Ultra akan dilengkapi dengan fitur Privacy Display
Sebelumnya, Samsung menarik perhatian publik dengan bocoran mengenai fitur terbaru untuk smartphone flagship teranyarnya. Fitur yang disebut Privacy Display ini kabarnya sedang dalam tahap persiapan untuk Galaxy S26 Ultra.
Privacy Display dirancang khusus untuk meningkatkan privasi pengguna. Cara kerjanya cukup sederhana, di mana layar smartphone baru Samsung ini akan meredup ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar menjadi sulit dibaca oleh orang-orang di sekitar.
Jejak fitur ini sebenarnya sudah terlihat sejak September 2025, ketika kode Privacy Display terdeteksi dalam build awal One UI 8.5. Setelah sebulan berlalu, tampilan antarmukanya juga sempat bocor, yang memicu berbagai spekulasi mengenai fungsi utamanya.
Mengutip SammyGuru melalui Android Authority pada Selasa (6/1/2026), fitur Privacy Display ditemukan tersembunyi di aplikasi Tips versi terbaru dari Samsung. Di halaman Tips, Samsung menyajikan animasi dan penjelasan singkat tentang cara kerja Privacy Display.
Sama seperti bocoran sebelumnya, layar akan terlihat lebih gelap ketika dilihat dari samping. Efek ini bertujuan untuk mencegah orang lain mengintip pesan, email, atau data sensitif yang dimiliki pengguna.
Pengguna dapat mengaktifkan atau mematikan Privacy Display secara manual, serta mengatur agar fitur ini menyala otomatis dalam kondisi tertentu, seperti saat berada di tempat yang ramai. Fitur ini kemungkinan akan ditempatkan di menu Display dalam aplikasi Settings.
Selain itu, Samsung tampaknya juga menyiapkan tombol pintas (toggle) di Quick Settings agar pengguna dapat mengakses fitur ini dengan lebih cepat. Halaman Tips tersebut menunjukkan animasi kedua yang memperlihatkan efek Privacy Display dari berbagai sudut pandang.
Baik dilihat dari atas, bawah, maupun samping, layar akan tampak lebih gelap dan sulit untuk dibaca. Dengan adanya bocoran ini, semakin kuat dugaan bahwa Privacy Display akan menjadi salah satu fitur unggulan yang akan disematkan pada Samsung Galaxy S26 Ultra saat resmi diluncurkan ke publik.
Spesifikasi Galaxy S26 Ultra mulai terungkap menjelang acara Unpacked 2026. Bagaimana penampilannya?
Samsung dilaporkan akan mengadakan acara peluncuran untuk ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26 series, pada bulan Februari 2026.
Menurut informasi dari Phone Arena pada hari Senin (22/12/2025), acara Galaxy Unpacked ini kemungkinan besar akan berlangsung di San Francisco, California, Amerika Serikat.
Penjadwalan acara tahunan ini lebih lambat dibandingkan dengan pola peluncuran generasi sebelumnya, yang memunculkan spekulasi baru.
Galaxy Unpacked awal 2026 tidak hanya akan menjadi momen untuk memperkenalkan perangkat baru, tetapi juga merupakan kesempatan penting untuk mengungkap prosesor yang digunakan pada masing-masing model Galaxy S26.
Isu mengenai chipset kembali menjadi perhatian utama, terutama setelah pengalaman Samsung dengan Galaxy S25 yang masih membekas. Pada saat itu, perusahaan sudah mempersiapkan Exynos 2500, namun seluruh lini Galaxy S25 akhirnya menggunakan Snapdragon 8 Elite.
Menjelang peluncuran Galaxy S26 series pada bulan Februari mendatang, bocoran spesifikasi Galaxy S26 Ultra mulai ramai beredar di internet.
Dikatakan bahwa ponsel premium ini akan hadir dengan layar Dynamic AMOLED berukuran 6,9 inci dan dilengkapi dengan fitur Flex Magic Pixel berbasis AI untuk mengontrol cahaya yang dipancarkan dari layar, yang membatasi sudut pandang sehingga konten hanya terlihat jelas dari arah depan.
Ponsel Samsung ini juga akan mendukung refresh rate variabel antara 1Hz hingga 120Hz, dengan RAM 12GB, serta pilihan memori internal 256GB, 512GB, dan 1TB.
Samsung dilaporkan akan menggunakan rangka titanium dan sensor sidik jari ultrasonik yang terletak di bawah layar. Untuk sektor kamera, Galaxy S26 Ultra diprediksi akan mengandalkan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 3x, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 12 MP.
Sementara itu, kapasitas baterai diperkirakan akan ditingkatkan menjadi 5.200 mAh, meskipun beberapa pihak memperkirakan bahwa baterai masih akan berkapasitas 5.000 mAh.
Namun, peningkatan diperkirakan akan terjadi pada pengisian daya cepat yang naik menjadi 60W dari sebelumnya 45W. Ponsel ini akan menjalankan Android 16 dan dijanjikan akan mendapatkan tujuh kali pembaruan sistem Android utama.
Samsung Galaxy S26 Ultra akan dilengkapi dengan koneksi satelit. Apa saja fungsi dari fitur ini?
Samsung diperkirakan akan meluncurkan seri Galaxy S26 pada awal tahun 2026. Dalam seri ini, akan terdapat model Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra.
Model tertinggi dari seri ini kabarnya akan dilengkapi dengan fitur premium yang memungkinkan konektivitas satelit langsung untuk keadaan darurat, meskipun fitur ini hanya akan tersedia pada satu varian di wilayah tertentu.
Menurut informasi yang dirilis oleh Sam Mobile pada Senin (15/12/2025), Galaxy S26 Ultra (SM S9480) telah mendapatkan izin dari China Compulsory Certification (CCC) untuk dipasarkan di China.
Dokumen yang tersedia menunjukkan bahwa model ini mendukung koneksi satelit langsung. Dari cuitan Abhishek Yadav di X melalui Sam Mobile, sertifikasi 3C untuk Samsung Galaxy S26 Ultra juga mengonfirmasi bahwa perangkat ini akan mendukung pengisian daya kabel hingga 60 watt.
Sertifikasi ini juga menyatakan bahwa salah satu varian Galaxy S26 Ultra akan mendukung konektivitas satelit, dan adaptor untuk fitur ini akan dijual secara terpisah.
Dengan adanya fitur ini, pengguna kemungkinan dapat mengirim pesan atau lokasi kepada layanan darurat lokal saat mengalami situasi darurat dan tidak ada jaringan seluler yang tersedia.
Namun, informasi mengenai apakah fitur ini juga memungkinkan panggilan suara darurat masih belum jelas. Sertifikasi CCC juga mengungkapkan bahwa Galaxy S26 Ultra akan mendukung pengisian daya cepat kabel hingga 60W dengan baterai berkapasitas 5.000mAh, yang seharusnya menghilangkan spekulasi tentang kemungkinan perangkat tersebut memiliki baterai dengan kapasitas 5.200mAh atau 5.500mAh.
Samsung direncanakan untuk menjual pengisian daya cepat yang kompatibel secara terpisah. Selain itu, baru-baru ini, perusahaan ini telah meluncurkan pengisi daya cepat kabel 60W pertamanya yang dilengkapi dengan satu port USB Type-C dan memenuhi standar USB PD 3.1 PPS.
Di sisi lain, Galaxy S26 Ultra juga telah mendapatkan sertifikasi dari Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa varian AS dan global dari ponsel ini akan menggunakan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara Galaxy S26 dan Galaxy S26+ kemungkinan akan ditenagai oleh prosesor Exynos 2600 2nm di beberapa pasar, termasuk Korea Selatan.
Perkiraan Kenaikan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra
Di sisi lain, terdapat indikasi yang kuat bahwa harga Samsung Galaxy S26 Ultra akan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan model sebelumnya. Kenaikan harga ini tidak terjadi tanpa alasan, melainkan dipicu oleh beberapa faktor penting dalam industri teknologi.
Salah satu penyebab utama adalah kelangkaan memori yang terjadi secara global serta tren kenaikan harga komponen, terutama RAM, dari berbagai produsen.
Selain itu, integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih juga berkontribusi terhadap peningkatan biaya produksi.
Menurut laporan Reuters (17/11), Samsung telah menaikkan harga secara drastis pada beberapa chip memori DDR5, berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui situasi ini.
Chip tersebut umumnya digunakan di server yang mendukung model AI, tetapi juga dapat ditemukan dalam ponsel pintar, tablet, dan laptop.
Dengan semakin ketatnya pasokan, Samsung dilaporkan menaikkan harga untuk beberapa model hingga 60% antara September dan November 2025.
"Harga jual rata-rata ponsel secara global mencapai USD 440 pada kuartal ketiga (2025). Pada kuartal berikutnya, kami memperkirakan harganya akan mencapai USD 511," kata Analis IDC, Anthony Scarsella, seiring dengan raksasa teknologi yang menimbun GPU untuk pusat data AI mereka, seperti yang dilansir dari PC Mag (2/12).
Jika dikonversi ke dalam rupiah, maka kenaikan harga ponsel di kuartal akhir 2025 hingga awal 2026 akibat kelangkaan pasokan DRAM ini diperkirakan berkisar Rp 1,1 juta.
Untuk pasar Indonesia, harga awal Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi akan berada di kisaran Rp 22 jutaan untuk varian dasar, yang lebih tinggi dibandingkan dengan S25 Ultra yang saat ini varian terendahnya dibanderol Rp 20.999.000.