Transformasi Digital Tak Cukup Sekadar Inovasi Teknologi, Harus Beri Manfaat Masyarakat
Hal yang lebih penting adalah bagaimana penerapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup dipahami sebatas adopsi teknologi baru. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana penerapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bagaimana hasil riset, pembangunan infrastruktur, dan layanan internet bisa berdampak nyata serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Itu esensinya,” kata Arif dalam keterangannya, Jumat (22/8).
Untuk itu, diperlukan wadah yang mampu menampung ide-ide besar soal transformasi digital. Salah satunya adalah Indonesia Internet Expo & Summit (IIXS) 2025, yang bakal digelar 2–4 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Tahun ini, ajang tersebut membawa misi memperkuat hilirisasi digital sekaligus mendorong pemerataan akses internet di tengah laju pesat kecerdasan artifisial (AI).
Arif menilai, forum seperti IIXS menjadi penting karena mempertemukan regulator, industri, investor, dan komunitas digital dalam satu ruang.
Dari situ, diskusi mengenai tantangan strategis bisa lebih terbuka, termasuk soal kebutuhan jaringan yang tangguh dan aman untuk menghadapi lonjakan trafik data akibat adopsi AI.
“Ekonomi digital Indonesia hanya bisa berkelanjutan kalau akses internet merata, dan infrastruktur kita mampu mengikuti laju pertumbuhan data,” tegasnya.
Tahun ini, panitia memproyeksikan hampir 1.000 perusahaan dari 18 negara akan ambil bagian, dengan puluhan ribu pengunjung diperkirakan hadir.
Angka ini melonjak dibanding tahun lalu. Bagi Arif, peningkatan partisipasi tersebut menjadi sinyal bahwa posisi Indonesia di mata dunia mulai berubah, dari sekadar pasar besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital kawasan.
“IIXS bukan sekadar pameran teknologi. Ini panggung untuk menyatukan visi industri digital Indonesia, sekaligus memastikan ekosistem yang lebih kuat, inklusif, dan kompetitif di level global,” ujarnya.