Tinc Telkomsel Ventures Kembali Hadir Mendorong Inovasi Startup
Tujuh startup terpilih telah menampilkan inovasi digitalnya yang berkolaborasi dengan Telkomsel dan AppWorks.
Telkomsel Ventures sukses menyelenggarakan TINC (Telkomsel Innovation Center) Batch 9 Demo Day, ajang penampilan inovasi startup yang menjadi bagian dari program akselerasi TINC sejak April 2024.
Tujuh startup terpilih telah menampilkan inovasi digitalnya yang berkolaborasi dengan Telkomsel dan AppWorks, salah satu akselerator startup terkemuka di Asia. Ajang ini juga merupakan bagian dari upaya mendorong kolaborasi startup dan korporasi dalam ekosistem digital yang sejalan dengan misi Telkomsel Ventures, serta selaras dengan semangat Telkomsel untuk menggerakkan inovasi dalam ekosistem digital Indonesia.
Pada Batch ke-9 ini, TINC berhasil menjaring 7 startup yang bergerak di berbagai sektor seperti healthcare, fintech, dan ESG (Environmental, Social, and Governance) , yakni PrimaKu, Rey.ID, Skorlife, Peacom, Finfra, CarbonEthics, dan myECO.
CEO Telkomsel Ventures, Mia Melinda menyampaikan, Telkomsel Ventures, melalui platform akselerator TINC, terus berperan aktif mendorong kolaborasi antara Telkomsel dan startup untuk bersama sama mengembangkan solusi inovatif bagi ekosistem digital Indonesia.
"TINC juga membuka kolaborasi dengan ekosistem yang lebih luas, memperkuat sinergi antara startup dan ekosistem lain di Indonesia bahkan di regional, sebagaimana yang diberikan melalui kemitraan dengan Appwork. Tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memungkinkan startup memanfaatkan ekosistem Telkomsel untuk berkembang lebih cepat," ujar dia.
William Gozali, CIO Telkomsel Ventures, menegaskan bahwa program ini adalah wadah untuk inovasi terbuka dan kolaborasi korporasi.
“TINC adalah open innovation dan juga corporate innovation, karena kita tahu sebagai korporasi besar, Telkomsel selalu punya kebutuhan untuk berinovasi, tapi kita sadar nggak semuanya bisa kita kerjakan sendiri,” katanya saat Konferensi pers TINC di Jakarta, Rabu (23/10).
Program ini berfokus pada kolaborasi strategis dengan unit bisnis Telkomsel.
“Proses ini tidak hanya satu arah, tapi juga dua arah, bahkan tiga arah. Kami semua belajar dari proses ini, dan dengan adanya kolaborasi, hasilnya lebih baik,” tambah William.
Kolaborasi ini terbukti efektif, dengan beberapa startup seperti PrimaKu dan CarbonEthics yang telah berhasil menghasilkan Proof of Concept (POC) bahkan di awal program, tidak terduga.
Sejak dimulai, TINC Batch 9 telah menjaring lebih dari 100 partisipan, dan akhirnya memilih 7 startup yang memiliki potensi besar dalam B2B solutions dan teknologi emerging, yang menjadi pembeda dari batch 9 dengan batch sebelumya.
“Kami bangga karena proses mentoring dan kolaborasi ini sudah menghasilkan beberapa capaian nyata di tengah jalan, seperti Proof of Concept yang terjadi lebih cepat dari yang kami harapkan,” jelas William.
William juga menekankan bahwa fokus program ini bukan hanya memberikan investasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara startup dan Telkomsel.
“Ini adalah langkah kami untum membangun harmonisasi antara startup dan Telkomsel, karena dengan sinergi yang lebih kuat, startup bisa berkembang lebih baik dan mencapai pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Program TINC Telkomsel Ventures ini menunjukkan bahwa kolaborasi strategis antara korporasi besar dan startup dapat menghasilkan inovasi yang relevan dengan industri. Serta, tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membekali startup dengan dukungan mentoring dan akses ke ekosistem Telkomsel, yang memungkinkan mereka tumbuh lebih cepat dan lebih kuat di pasar digital yang kompetitif.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia