Tertangkap Kamera, Gurita Kesal dan Tinju Ikan Gara-gara Masalah Ini
Gurita tinju ikan bukan karena mangsanya mau diambil saja, melainkan si ikan enggan bekerjasama mencari makanan.
Gurita yang dikenal sebagai hewan soliter ternyata senang bergabung dalam perburuan multispesies. Mereka ikut serta perburuan ikan dan bahkan tertangkap basah saat ‘menegur’ rekan berburunya yang melanggar aturan dengan memberikan pukulan.
Meskipun biasanya tidak berinteraksi dengan sesamanya, kecerdasan gurita yang luar biasa serta perilaku sosial yang jarang ditemui pada spesies soliter, telah lama membingungkan para ilmuwan.
Dilansir dari Sciencealert, Jumat (27/9), sebuah penelitian terbaru memberikan pengetahuan tentang kecerdasan mereka. Dalam penelitian yang memantau 13 kelompok perburuan campuran, Eduardo Sampaio dari Institut Max Planck bersama timnya menemukan bahwa gurita dan ikan menunjukkan tingkat kerja sama yang luar biasa dalam perburuan bersama.
Melalui rekaman dari 120 jam penyelaman, ditemukan bahwa setiap spesies memiliki keahlian unik yang diberikan kepada kelompoknya. Misal, ikan kambing (Mullidae) bertindak sebagai pencari mangsa, sementara gurita biru besar (Octopus Cyanea) menentukan kapan perburuan dimulai.
“Gurita berfungsi sebagai pemimpin dalam kelompok. Ada indikasi bahwa terjadi proses kognitif di sini,” kata Sampaio.
Meskipun spesies ini terpisah lebih dari 550 juta tahun evolusi, mereka mampu bekerja sama dan mendapatkan manfaat bersama. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara gurita dan ikan meningkatkan peluang tangkapan krustasea, ikan, dan moluska.
“Siapapun yang menangkap mangsa lebih dulu berhak memilikinya. Namun karena interaksi antara ikan dan gurita sering terjadi selama perburuan, hasilnya secara tidak langsung dibagi,” jelas Sampaio.
Patroli ikan membantu gurita menemukan mangsa dengan lebih efisien, menghemat waktu pencarian. Gurita, di sisi lain, mengeksplorasi celah-celah yang sulit dijangkau oleh ikan, sehingga kadang-kadang membagikan mangsanya kepada ikan yang menunggu.
“Interaksi ini menguntungkan ikan dengan memberikan akses ke mangsa yang sulit dijangkau, dan pada saat yang sama, gurita bisa menghemat energi dengan fokus pada mangsa yang lebih berharga,” kata Sampaio.
Meskipun gurita dan teman berburunya bersifat teritorial, ada perkiraan bahwa mereka sering bekerja sama dalam kelompok yang sama, meski sulit membedakan individunya. Kerja sama antar spesies bukan lagi hal yang baru. Ditemukan juga pada beberapa burung, luak, dan kerapu yang bekerja dengan belut moray.
Namun, gurita adalah satu-satunya hewan non-manusia yang diketahui secara langsung “mengoreksi” perilaku rekan perburuannya. Dalam sebuah rekaman, terlihat gurita memukul ikan yang keluar dari barisan, sering kali ditujukan pada ikan kerapu sirip hitam (Epinephelus fasciatus), yang cenderung tidak banyak berkontribusi dan lebih sering mengambil keuntungan dari kerja tim.
“Gurita menunjukkan perilaku yang luar biasa tergantung pada mitra mereka, terutama dalam penggunaan informasi sosial untuk memutuskan kapan harus mengubah strategi berburu dan kepada siapa harus memberikan pukulan,” tulis para peneliti dalam laporan mereka.
Temuan ini menyoroti kecerdasan gurita yang tajam dan kemampuan mereka berinteraksi dengan spesies lain, menambah pemahaman kita tentang kepemimpinan dan sosialisasi di dunia hewan.
“Hasil ini memperdalam pemahaman kita tentang kepemimpinan dan interaksi sosial di alam,” simpul Sampaio.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia