Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, secara serius memfokuskan pengembangan sektor perikanan budidaya mulai tahun 2025. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan produksi ikan secara signifikan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat yang terus bertumbuh.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Deni Rianto, menjelaskan bahwa potensi perikanan di wilayahnya sangat besar. Potensi ini mencakup budidaya, penangkapan, hingga pengolahan hasil perikanan, namun budidaya menjadi tumpuan utama.
Fokus pada perikanan budidaya ini didasari oleh kontribusinya yang dominan terhadap total produksi ikan daerah. Berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan telah memiliki banyak pembudidaya, menunjukkan ekosistem yang mendukung untuk pengembangan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Potensi dan Kontribusi Perikanan Budidaya Kuningan
Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, terutama perikanan budidaya. Deni Rianto menegaskan bahwa sektor ini menjadi tulang punggung produksi ikan di daerahnya, mengungguli perikanan tangkap dan pengolahan.
Data dari Diskanak menunjukkan bahwa total produksi ikan di Kabupaten Kuningan pada tahun 2024 mencapai 28 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sektor budidaya menyumbang angka fantastis sebesar 27 ribu ton, menunjukkan dominasi yang kuat.
Selain itu, perikanan tangkap berkontribusi 440,8 ton, dan hasil pengolahan mencapai 922,9 ton. Angka-angka ini memperjelas mengapa fokus pengembangan diarahkan pada perikanan budidaya, yang secara konsisten memberikan hasil tertinggi.
Advertisement
Hingga semester I 2025, produksi ikan di Kuningan telah mencapai lebih dari 18 ribu ton. Sebanyak 17 ribu ton berasal dari hasil budidaya, 222,16 ton dari tangkapan, dan 454 ton dari pengolahan. "Angka tersebut menunjukkan produksi yang bagus meskipun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," ujar Deni.
Advertisement
Tantangan Utama dalam Perikanan Budidaya
Meskipun memiliki potensi besar, sektor perikanan budidaya di Kuningan menghadapi sejumlah kendala signifikan. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan pakan dengan harga yang terjangkau bagi para pembudidaya.
Deni Rianto mengungkapkan bahwa biaya pakan menyerap sekitar 70 persen dari total biaya produksi perikanan. Ketergantungan pada impor untuk sebagian besar bahan baku pakan menjadi penyebab utama tingginya harga ini, membebani pelaku usaha perikanan budidaya.
Selain masalah pakan, perubahan iklim juga menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas produksi ikan di Kuningan. Fluktuasi suhu dan curah hujan ekstrem dapat menurunkan kualitas air secara drastis, berpotensi menyebabkan kematian ikan secara mendadak.
Advertisement
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menuntut adaptasi dan inovasi dari para pembudidaya. Upaya mitigasi dan strategi pengelolaan risiko menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi perikanan budidaya di tengah tantangan iklim.
Advertisement
Strategi dan Solusi untuk Perikanan Budidaya Berkelanjutan
Untuk mengatasi persoalan pakan yang mahal, Diskanak Kuningan mendorong pembudidaya untuk menggunakan pakan alternatif. Pakan ini berbahan dasar sisa organik rumah tangga, menawarkan solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Penggunaan pakan alternatif tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan komersial mahal, tetapi juga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pembudidaya perikanan budidaya.
Sebagian besar kegiatan budidaya ikan di Kuningan dilakukan melalui keramba jaring apung di Waduk Darma. Sementara itu, kolam air deras banyak ditemukan di wilayah utara yang memiliki aliran sungai kuat, menunjukkan diversifikasi metode budidaya.
Advertisement
Dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat penting dalam mempercepat peningkatan produksi ikan budidaya. "Namun berkat dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat mempercepat peningkatan produksi ikan budidaya di Kuningan," ucap Deni, menekankan pentingnya kolaborasi.
Sumber: AntaraNews