Sebelum Google, Yahoo Pernah Terapkan Karyawannya Bekerja dari Rumah, Hasilnya Malah Begini
CEO Yahoo, Marissa Mayer, pernah melarang karyawan bekerja dari rumah. Karyawan harus pindah ke kantor terdekat atau memilih untuk berhenti.
Jauh sebelum Google menerapkan bekerja dari rumah atau dimana saja untuk karyawannya, Yahoo telah lebih dahulu menerapkannya. Tepatnya pada 2013 atau 11 tahun lalu saat Marissa Mayer memimpin Yahoo.
Mengutip The Guardian, Jumat (16/8), cara kerja ini ternyata dianggap Yahoo tidak efektif. Yahoo memang tidak bangkrut karena gaya kerja seperti ini. Namun muncul permasalahan serius.
Mayer menyebut dengan kerja jarak jauh adalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap penurunan performa perusahaan sebelum akhirnya diakuisisi oleh Verizon. Akhirnya, CEO cantik itu membuat kebijakan yang mengejutkan banyak karyawan.
Melalui Chief Human Resources-nya, Jackie Reses, membuat memo untuk karyawan kembali bekerja di kantor. Dalam memo itu, tertulis alasan balik lagi kerja dari kantor karena komunikasi dan kolaborasi dianggap sangat penting untuk menghasilkan karya terbaik. Maklum, saat itu Yahoo sedang berjuang keras melawan Google.
"Beberapa keputusan terbaik muncul dari diskusi di lorong dan kantin, bertemu orang baru, dan rapat tim yang mendadak. Kecepatan dan kualitas seringkali dikorbankan saat kita bekerja dari rumah,” tulis memo tersebut.
Gara-gara memo itu, 11.500 karyawan tak puas. Membocorkan informasi rahasia ke situs berita. Hingga akhirnya keputusan Yahoo “mengembalikan” karyawan ke kantor menjadi perbincangan dan berita ramai di masa itu. Wajar saja, Yahoo telah memenangkan beberapa penghargaan seperti "Top 50 Best Places to Work" oleh Business Insider pada 2013 dan "Top 500 Green Companies" oleh Newsweek pada 2010.
Seorang mantan karyawan Yahoo yang berkomentar di situs berita AllThingsD mengatakan bahwa bekerja dari rumah membuat mereka jauh lebih produktif daripada di kantor.
"Mengapa? Karena saya tidak perlu menghadapi para programmer yang suka pamer berbicara keras tentang hal-hal yang tidak terkait pekerjaan, dan saya tidak terganggu setiap 20 menit oleh seseorang yang bosan datang ke meja saya untuk mengajak minum kopi atau bermain foosball. Atau hanya untuk berbicara tentang betapa membosankannya bekerja untuk perusahaan yang masa kejayaannya telah lama berakhir,” kata karyawan Yahoo.