Wabup Kotim Irawati Sidak Pelayanan Publik Pasca Lebaran, Soroti Antrean Disdukcapil

Sidak Wabup Kotim oleh Irawati pasca Lebaran mengungkap antrean panjang di Disdukcapil, mendorong evaluasi kebijakan WFA untuk layanan vital demi kepuasan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wabup Kotim Irawati Sidak Pelayanan Publik Pasca Lebaran, Soroti Antrean Disdukcapil
Sidak Wabup Kotim oleh Irawati pasca Lebaran mengungkap antrean panjang di Disdukcapil, mendorong evaluasi kebijakan WFA untuk layanan vital demi kepuasan masyarakat. (AntaraNews)

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pelayanan publik pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh operasional pelayanan tetap berjalan optimal di Sampit, Kalimantan Tengah.

Sidak tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotim terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja. Irawati ingin melihat langsung efektivitas kebijakan tersebut, khususnya di sektor pelayanan masyarakat.

Fokus sidak menyasar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta RSUD dr. Murjani Sampit. Wabup Irawati juga berinteraksi dengan warga untuk mengukur tingkat kepuasan mereka terhadap layanan yang diberikan.

Dalam kunjungannya ke Disdukcapil, Irawati menemukan adanya penumpukan antrean warga yang cukup signifikan. Kondisi ini terjadi sementara jumlah pegawai yang bertugas di kantor atau Work From Office (WFO) terbilang sedikit.

Menurut laporan yang diterima, banyak pegawai Disdukcapil yang mengambil skema WFO sebelum Lebaran, sehingga setelah Lebaran banyak yang memilih WFA. Meskipun tidak melanggar kebijakan, situasi ini mengakibatkan petugas lapangan kewalahan melayani lonjakan warga pasca libur panjang.

Irawati menilai kebijakan WFA kurang efektif untuk kantor pelayanan publik yang strategis. Ia berencana mengusulkan kepada Bupati Kotim agar aturan tersebut dievaluasi. Instansi seperti Disdukcapil, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan, dan rumah sakit diharapkan dikecualikan dari kebijakan WFA di masa mendatang.

Selain itu, Wabup Irawati juga memantau ketersediaan logistik di Disdukcapil, khususnya blanko KTP. Ia memastikan stok blanko KTP dalam kondisi aman dan lengkap, serta mengimbau masyarakat untuk segera mengurus KTP yang sempat tertunda.

Kondisi berbeda ditemukan saat sidak berlanjut ke RSUD dr. Murjani Sampit, di mana Irawati memberikan apresiasi. Pelayanan di rumah sakit tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh jajaran dokter dilaporkan siap siaga, meskipun sebagian sedang mengambil cuti.

Pihak rumah sakit telah menyiapkan dokter pengganti bagi mereka yang cuti, sehingga tidak mengganggu antrean pasien. Irawati juga memuji adanya ruang pelayanan khusus bagi warga dari wilayah pelosok seperti Antang Kalang dan Telawang. Warga dari daerah jauh yang tidak masuk daftar online tetap dilayani secara manual.

Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, mengonfirmasi bahwa seluruh layanan poliklinik telah beroperasi normal pada hari pertama kerja. Sebanyak 23 poli buka seperti biasanya, menunjukkan komitmen pelayanan.

Selama masa libur Lebaran, manajemen rumah sakit mengarahkan penanganan kasus darurat melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga 24 jam. Meskipun operasional kembali normal, tingkat kunjungan pasien belum mencapai puncaknya, masih di bawah rata-rata 400-500 pasien per hari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi