Arus Balik Lebaran Makassar: 171 Ribu Kendaraan Padati Kota, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret 2026

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat 171.402 unit kendaraan telah masuk Kota Makassar di masa puncak arus balik Lebaran, dengan puncak kedua diprediksi 28-30 Maret 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arus Balik Lebaran Makassar: 171 Ribu Kendaraan Padati Kota, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret 2026
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat 171.402 unit kendaraan telah masuk Kota Makassar di masa puncak arus balik Lebaran, dengan puncak kedua diprediksi 28-30 Maret 2026. (AntaraNews)

Ribuan kendaraan memadati ruas jalan menuju Kota Makassar selama masa arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan mencatat data signifikan. Sebanyak 171.402 unit kendaraan telah memasuki ibu kota Sulawesi Selatan itu.

Data ini terakumulasi hingga puncak arus balik pertama pada Senin, 23 Maret 2026. Plt Kepala BPTD Kelas II Sulsel, Andy Sanjaya, mengungkapkan bahwa personel telah disiagakan sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Pemantauan intensif dilakukan di berbagai titik vital.

Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama pihak berwenang. Berbagai upaya antisipasi kemacetan telah dilakukan. Termasuk imbauan Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Data pergerakan arus balik pertama menunjukkan lonjakan signifikan. Pada Senin (23/3/2026), 66.208 unit kendaraan terpantau di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa Maros. Angka ini naik sekitar 19,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Angkutan umum juga mengalami peningkatan aktivitas. Terminal Tipe A mencatat 1.819 penumpang angkutan darat Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 4.431 penumpang Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Mereka menuju berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, angkutan penyeberangan melayani 761 penumpang. Sebanyak 164 unit kendaraan roda dua serta 86 kendaraan roda empat juga diangkut. Data terkonfirmasi pengguna kendaraan pribadi masih mendominasi pergerakan di jalan raya, sedangkan angkutan bus turut meningkat melayani rute penyeberangan antarpulau.

Kemacetan lalu lintas terpantau di beberapa titik vital selama arus balik. Daerah Dusun Bulutaana, perbatasan Kabupaten Maros-Kota Makassar, menjadi salah satu lokasi padat. Poros Panaikang Kabupaten Takalar menuju Kota Makassar juga mengalami kepadatan.

Andy Sanjaya menjelaskan beberapa faktor pemicu kemacetan. Antrean panjang di SPBU setempat seringkali menjadi penyebab utama. Pertemuan arus kendaraan di persimpangan jalan juga memperparah kondisi.

Selain itu, aktivitas pasar tumpah di jalan-jalan nasional turut berkontribusi. Fenomena ini sering terjadi menjelang dan sesudah Lebaran. Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat signifikan.

Kepadatan kendaraan sudah mulai terasa sejak 21–23 Maret 2026 (H+1 hingga H+3 Lebaran). Ini terjadi di jalan raya nasional dan provinsi, terminal, maupun pelabuhan penyeberangan. Puncak arus balik kedua diprediksi akan terjadi pada 28–30 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah mengimbau pemberlakuan Work From Anywhere (WFA). Imbauan ini bertujuan agar masyarakat dapat menghindari kepadatan masa puncak arus balik 25-27 Maret 2026. Dudy Purwagandhi diketahui menjabat sebagai Menteri Perhubungan sejak 21 Oktober 2024.

Pada periode 21 Maret 2026 (H+1), jumlah kendaraan memadati jalan raya pada wilayah UPPKB Maccopa Maros sebanyak 52.322 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan 3 persen dibandingkan tahun 2025. Namun, pada terminal Tipe A, tercatat hanya dua bus AKAP dan sembilan bus AKDP beroperasi, dan di pelabuhan penyeberangan Bajoe, kedatangan kendaraan juga masih minim.

Pada periode H+2, 22 Maret 2026, lonjakan kendaraan mulai memadati sejumlah jalan raya. Data di UPPKB Maccopa stabil tinggi berjumlah 52.872 unit kendaraan. Namun demikian, angka ini mengalami penurunan 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di Terminal Tipe A, kendaraan mulai berdatangan dengan melayani sebanyak 15 bus AKAP dan 61 bus AKDP. Sebanyak 1.466 orang penumpang tiba di terminal setempat. Ini menunjukkan pergeseran waktu kepulangan masyarakat.

Pelabuhan penyeberangan Bajoe juga mulai ramai dengan kedatangan 496 orang penumpang. Mereka membawa 165 unit kendaraan gabungan. Ini mencakup roda dua, roda empat, bus, hingga kendaraan angkutan barang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi